KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Haul Exclusive ke-34 almarhum KH Hamim Tohari Djazuli atau yang akrab disapa Gus Miek berlangsung di Kedhaton Gus Miek, Padepokan Loring Pasar, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Sabtu (30/5/2026).
Sejak pagi, para jamaah mulai memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian acara mengenang ulama kharismatik tersebut. Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 90 ribu jemaah dari berbagai daerah di Indonesia hingga Malaysia.
Kegiatan diawali dengan Sema’an Al-Qur’an sejak Subuh dan ditutup dengan doa yang dipimpin putra ketiga Gus Miek, KH Tijani Robert Saifun Nawas (Gus Robert).
Ketua Panitia melalui Koordinator Bidang Penerima Tamu VVIP, Hamzah Abdilah, mengatakan meski Gus Miek telah wafat 34 tahun lalu, ajaran dan keteladanannya tetap hidup serta diamalkan oleh para jemaah hingga saat ini.
“Alhamdulillah, hari ini merupakan haul ke-34 Gus Miek. Sudah 34 tahun beliau meninggalkan kita, tetapi ajaran-ajarannya terus kami uri-uri, kami teladani, dan kami teruskan,” ujar Hamzah.
Menurutnya, jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga dari Malaysia. Salah satu ajaran utama Gus Miek yang terus diwariskan adalah pentingnya mawas diri dan introspeksi dalam kehidupan sehari-hari.
“Setiap orang diajak untuk selalu mawas diri, mengoreksi diri, serta menjaga kerendahan hati dalam menjalani kehidupan,” katanya.
Selain itu, Gus Miek juga mewariskan Majelis Sema’an Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin yang hingga kini terus dilaksanakan oleh para jemaah. Kegiatan tersebut diyakini menjadi penyejuk hati sekaligus penguat spiritual dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Sema’an Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin merupakan penenang batin dan bisa menjadi obat bagi manusia dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan,” jelasnya.
Hamzah menjelaskan, sejak 2007 majelis tersebut dipimpin oleh Gus Robert bersama putranya, Thuba Topo Broto Maneges, yang juga merupakan cucu Gus Miek.
Untuk mendukung pelaksanaan haul, panitia menyiapkan berbagai fasilitas, termasuk tenda sepanjang kurang lebih 800 meter yang dibentangkan menutup jalan utama Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kediri.
Hamzah menerangkan, persiapan kegiatan dilakukan selama dua hingga tiga bulan dengan mengandalkan semangat gotong royong dan partisipasi para jamaah.
“Persiapannya sekitar dua hingga tiga bulan karena sudah menjadi rutinitas. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Jamaah berkontribusi sesuai kemampuannya,” kata Hamzah.
Ia juga menyebut jumlah jamaah tahun ini menembus 90 ribu lebih. Pada haul tahun lalu sebanyak 80 ribu jamaah.
“Kelancaran pelaksanaan haul turut didukung jaringan koordinator daerah (korda) yang tersebar di berbagai daerah,” tutup Hamzah.
Salah seorang jemaah asal Yogyakarta, Ahmad Fauzi, mengaku datang bersama rombongan menggunakan bus untuk mengikuti Haul ke-34 Gus Miek.
“Kami berangkat bersama rombongan dari Yogyakarta. Alhamdulillah bisa kembali hadir di haul Gus Miek. Momen ini untuk memperkuat keimanan serta silaturahmi sesama jamaah,” ujarnya singkat.(CN)


