Kirab Agung Merti Dusun Meriahkan Grebeg Suro di Kelurahan Tinalan

Kirab
Plt Lurah Tinalan, Deny Krisnarto bersama istri saat mengikuti Kirab di lingkungan Dadapan. (Foto: Chandra Nurcahyo)

KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, menggelar Kirab Agung Merti Dusun (KAMDU) sebagai rangkaian peringatan Bersih Desa meriahkan Grebeg Suro, Minggu (5/7/2026). Dengan mengusung tema “Sewu Banyu Sakjiwane”, kegiatan ini menjadi wujud pelestarian tradisi sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Kirab yang dimulai pukul 14.30 WIB itu diikuti perangkat Kelurahan Tinalan, tokoh masyarakat, tokoh agama, karang taruna, pelajar, perguruan silat, serta ratusan warga. Berbagai tumpeng hasil bumi berupa sayur dan buah diarak dari Lingkungan Dadapan menuju Sumber Dadapan, kemudian dilanjutkan ke Makam Mbok Rondo Dadapan sebagai bagian dari tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Makam Mbok Rondo Dadapan merupakan salah satu situs yang dihormati masyarakat karena memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan tokoh leluhur Kelurahan Tinalan. Setelah doa bersama dipanjatkan, tumpeng hasil bumi diperebutkan warga sebagai simbol berbagi berkah dan ungkapan rasa syukur.

BACA JUGA  Raih Rekor MURI, Pemkab Tangerang Kucurkan Rp101 Miliar Perlindungan Sosial 500.000 Pekerja Rentan

Plt Lurah Tinalan, Deny Krisnarto, mengatakan KAMDU merupakan agenda tahunan yang diinisiasi masyarakat Lingkungan Dadapan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana nguri-uri budaya agar warisan leluhur tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

“Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pelestarian budaya. Harapan kami, generasi muda nantinya dapat melanjutkan dan menjaga tradisi ini sehingga tetap lestari,” ujarnya.

Deny menjelaskan, rangkaian Bersih Desa Grebeg Suro diawali dengan kegiatan bersih desa pada Kamis (2/7/2026), kemudian dilanjutkan kirab tumpeng hasil bumi menuju Sumber Dadapan dan Makam Mbok Rondo Dadapan pada Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus tradisi.

BACA JUGA  Dinkes Sidoarjo Gandeng Auto2000 Waru Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD

Sementara itu, Camat Pesantren, Judi Kutjoro, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti KAMDU. Ia menyebut seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna hingga dukungan SMP Negeri 9 Kota Kediri, turut menyukseskan penyelenggaraan kirab.

“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat luar biasa. Meskipun pelaksanaan tahun ini dilakukan dengan efisiensi anggaran, hal tersebut tidak mengurangi makna dari tradisi bersih desa yang menjadi warisan leluhur,” katanya.

Judi berharap KAMDU dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai upaya menjaga nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan budaya lokal yang diwariskan para pendahulu.

“Ini merupakan peninggalan nenek moyang yang harus kita jaga bersama. Semangat guyub rukun masyarakat menjadi modal penting agar generasi muda terus mencintai dan melestarikan tradisi yang baik ini dari tahun ke tahun,” pungkasnya. (CN)