KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, dibuat geger setelah sejumlah orang mengaku kehilangan uang tunai secara misterius. Nominal uang yang hilang disebut bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp500 ribu. Fenomena itu pun memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dikaitkan dengan isu keberadaan tuyul.
Salah seorang warga Kota Kediri, Cak Nur, mengaku telah beberapa kali mengalami kehilangan uang yang disimpan di rumahnya. Bahkan, menurutnya, kejadian tersebut semakin sering terjadi dalam satu bulan terakhir.
“Semalam saya baru ambil uang di ATM Rp1 juta. Paginya saat mau dipakai belanja dan saya hitung lagi, ternyata berkurang Rp100 ribu. Sebelumnya juga sering hilang Rp50 ribu hampir setiap minggu selama sebulan terakhir,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Cak Nur mengatakan, kejadian serupa sebenarnya sudah dialaminya sekitar enam bulan terakhir. Namun, saat itu ia mengira uang yang hilang disebabkan karena salah menghitung atau lupa menggunakannya.
“Kalau terus-terusan begini sangat meresahkan. Dikira mencari uang itu mudah,” katanya.
Tak hanya Cak Nur, istrinya juga mengaku mengalami kejadian serupa pada hari yang sama. Uang simpanan yang disimpan di rumah tiba-tiba berkurang Rp150 ribu, padahal sebelumnya telah dihitung dan tidak digunakan untuk keperluan apa pun.
“Saya juga bingung. Uangnya sudah saya hitung sebelumnya, tapi saat dicek lagi ternyata berkurang Rp150 ribu. Awalnya saya kira salah hitung, tetapi setelah kejadian itu berulang kami jadi curiga karena yang hilang seringnya Rp50 ribu. Sangat tidak masuk akal karena kejadian seperti ini sering terjadi, terutama satu bulan terakhir,” ungkapnya.
Pengakuan serupa datang dari seorang ibu rumah tangga berinisial M. Ia mengaku kehilangan Rp500 ribu setelah menarik uang tunai Rp1 juta dari ATM.
Menurutnya, uang tersebut masih tersimpan rapi bersama bukti transaksi ATM. Namun, ketika digunakan untuk membeli ayam sebagai bahan dagangan soto, penjual mengatakan uang yang diterima hanya Rp500 ribu.
“Saya yakin uangnya masih utuh sehingga tidak saya hitung lagi. Waktu saya serahkan ke penjual, katanya cuma Rp500 ribu. Saya kaget karena masih ada lipatan kertas bukti pengambilan dari ATM. Biasanya yang hilang Rp50 ribu,” tuturnya.
Sementara itu, seorang warga lainnya berinisial S mengaku pernah mengalami kehilangan uang dengan pola serupa. Namun, ia mengklaim kejadian tersebut tidak lagi dialaminya setelah uang yang disimpan selalu dijepit menggunakan staples.
Ramainya pengakuan warga membuat isu mengenai keberadaan tuyul kembali menjadi perbincangan di lingkungan tersebut.
Meski demikian, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan penyebab pasti hilangnya uang milik warga.
Warga berharap ada penjelasan dan langkah dari pihak terkait maupun tokoh masyarakat agar keresahan yang berkembang tidak semakin meluas.
Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah menyimpulkan penyebab kejadian sebelum ada penjelasan yang dapat dipastikan kebenarannya.(CN/01)










