PASURUAN-JATIM|SUDUTPANDANG.ID – Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono mengajak sekitar 800 pelajar dan tenaga pendidik di lingkungan Yayasan Al-Yasini untuk bijak menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menjauhi narkoba, serta mencegah perundungan. Pesan tersebut disampaikan dalam upacara Polri Peduli Pendidikan di SMKN 1 Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jawa Timur, Senin (2/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Pasuruan memberikan edukasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada pelajar sejak dini.
Dalam amanatnya, Kapolres Pasuruan menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara bijak, terutama AI yang semakin mudah diakses untuk mendukung kegiatan belajar.
“Jadikan teknologi sebagai sarana pendukung belajar, bukan sebagai pengganti guru,” ujar AKBP Irawan Setyonodi hadapan peserta upacara.
Ia mengingatkan bahwa informasi yang dihasilkan teknologi AI tidak selalu benar. Karena itu, pelajar perlu bersikap kritis dan tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang diperoleh melalui teknologi tersebut.
Menurut Kapolres Pasuruan, kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan kemampuan, bukan mengurangi proses belajar ataup un interaksi dengan tenaga pendidik.
Selain penggunaan teknologi, Irawan mengingatkan pelajar agar mematuhi peraturan lalu lintas. Imbauan itu disampaikan karena sebagian pelajar telah menggunakan sepeda motor untuk berangkat ke sekolah.
Ia menyebutkan, Operasi Patuh pada pekan tersebut memasuki minggu terakhir. Namun, kedisiplinan berlalu lintas harus tetap dijaga meskipun operasi telah berakhir.
“Jangan sampai mengendarai kendaraan sebelum memenuhi persyaratan usia dan memiliki SIM. Ingat, keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan,” katanya.
AKBP Irawan juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang.
Menurutnya, penyalahgunaan zat tersebut dapat merusak kesehatan, mengancam masa depan, dan menjerat pelajar dalam persoalan hukum.
Ia meminta pelajar segera melapor jika mengetahui penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.
“Apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekolah atau tempat tinggal, segera laporkan kepada pihak kepolisian melalui layanan Call Center 110 atau sampaikan kepada guru Bimbingan Konseling (BK) agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Irawan.
Pesan berikutnya berkaitan dengan pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan. Irawan meminta para pelajar saling menghormati tanpa membedakan usia, kondisi fisik, kemampuan akademik, maupun latar belakang keluarga.
Ia menegaskan, perundungan dalam bentuk fisik, verbal, ataupun melalui media sosial tidak boleh terjadi di lingkungan sekolah.
“Jadikan lingkungan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar, bukan tempat yang menimbulkan rasa takut bagi orang lain,” katanya.
Irawan juga mengajak para pelajar menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan pentingnya memperkuat keimanan, meningkatkan ibadah, menghormati orang tua dan guru, serta memilih lingkungan pergaulan yang memberikan pengaruh positif.
Menurut Kapolres Pasuruan, masa muda merupakan kesempatan untuk menuntut ilmu, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan.
Upacara tersebut diikuti siswa dari sejumlah lembaga pendidikan di lingkungan Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini. Lembaga tersebut meliputi SD Islam Cendekia Al-Yasini, SMP Unggulan Al-Yasini, SMP Negeri 2 Kraton, MTs Al-Yasini, SMA Excellent Al-Yasini, MAN Al-Yasini dan SMKN 1 Wonorejo.
Kepala SMKN 1 Wonorejo H. Sobirin turut hadir bersama sejumlah pejabat Polres Pasuruan. Mereka antara lain Kasat Lantas AKP Jauhar Rizqullah Sumirat, Kasat Binmas AKP Sunarti, Kapolsek Wonorejo IPTU M. Mahdi Heaveny Noviansyah, serta Kasi Propam IPTU Ahmad Kunaefi.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.20 WIB tersebut berakhir pada pukul 08.30 WIB. Upacara berlangsung aman, lancar dan kondusif.
Melalui program Polri Peduli Pendidikan, Polres Pasuruan berharap hubungan antara kepolisian dan lingkungan sekolah semakin erat.
Kegiatan ini juga diharapkan mendorong pelajar untuk meningkatkan kedisiplinan, menjaga keselamatan, menggunakan teknologi secara bijak, dan membangun pergaulan yang positif.(ACZ)











