Nurul Mawaridah Berbagi Praktik Baik “NotebookLM: Think Smart, Teach Smart” pada Hari Kedua Workshop MGMP Prakarya Kota Pasuruan

Nurul Mawaridah saat Menjadi Pemateri "NotebookLM: Think Smart, Teach Smart" di Workshop MGMP Prakarya Kota Pasuruan (Foto Istimewa)

PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Hari kedua Workshop MGMP Prakarya SMP Negeri/Swasta Kota Pasuruan menghadirkan sesi inspiratif yang dibawakan oleh Nurul Mawaridah, M.Pd. dengan materi bertajuk “NotebookLM: Think Smart, Teach Smart”. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian workshop bertema “Transformasi Pembelajaran Prakarya melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam dan Koding–Kecerdasan Artifisial Berbasis Bahan Ajar Digital” yang diselenggarakan di UPT SMP Negeri 4 Pasuruan.

Dalam sesi berbagi praktik baik tersebut, Nurul Mawaridah mengajak para guru memandang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bukan sekadar sebagai alat pencari jawaban instan, tetapi sebagai mitra berpikir yang mampu membantu guru menganalisis berbagai dokumen pembelajaran secara lebih efektif, efisien, dan akurat.

Menurutnya, tantangan terbesar guru saat ini bukan hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa informasi yang digunakan dalam pembelajaran berasal dari sumber yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Guru membutuhkan AI yang tidak hanya cepat memberikan jawaban, tetapi juga mampu bekerja berdasarkan sumber yang kita miliki. Di sinilah NotebookLM menjadi solusi karena seluruh jawabannya mengacu pada dokumen yang kita unggah sendiri,” jelas Nurul.

BACA JUGA  Gempa Donggala Magnitudo 6,3, 3.780 Warga Mengungsi

Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan dengan NotebookLM, sebuah asisten riset berbasis AI dari Google yang dirancang untuk membantu pengguna memahami, menganalisis, dan mengeksplorasi berbagai dokumen. Berbeda dengan chatbot AI pada umumnya, NotebookLM bekerja berdasarkan referensi yang diunggah oleh pengguna sehingga setiap jawaban selalu dilengkapi dengan sitasi yang mengarah langsung pada sumber asli.

Melalui demonstrasi secara langsung, peserta melihat bagaimana NotebookLM mampu mengolah berbagai dokumen seperti Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, buku digital, jurnal ilmiah, regulasi pendidikan, hingga artikel penelitian menjadi informasi yang lebih mudah dipahami.

Berbagai fitur NotebookLM turut diperagakan, mulai dari merangkum dokumen panjang menjadi poin-poin penting, menjelaskan konsep yang kompleks dengan bahasa yang lebih sederhana, menyusun pertanyaan pemantik, membantu mengembangkan asesmen, hingga menyusun kerangka presentasi pembelajaran berdasarkan sumber yang valid.

Salah satu fitur yang paling menarik perhatian peserta adalah Audio Overview, yaitu kemampuan NotebookLM mengubah dokumen menjadi percakapan audio layaknya podcast. Fitur ini membuka peluang baru bagi guru untuk mempelajari materi secara lebih fleksibel sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi peserta didik.

BACA JUGA  Pemkab Asahan dan Forkopimda Dukung Tanam Padi Gogo

Selain itu, peserta juga dikenalkan pada kemampuan NotebookLM dalam menganalisis video YouTube. Dengan hanya memasukkan tautan video pembelajaran, aplikasi mampu menyajikan ringkasan isi video sekaligus menjawab pertanyaan berdasarkan materi yang dibahas tanpa harus menonton ulang keseluruhan durasi video.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, mencoba langsung berbagai fitur NotebookLM, serta mengeksplorasi penerapannya dalam penyusunan perangkat ajar dan kegiatan pembelajaran di kelas. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pemanfaatan AI berbasis sumber terpercaya menjadi kebutuhan nyata bagi guru di era transformasi digital.

Melalui praktik baik ini, Nurul Mawaridah menegaskan bahwa keberhasilan implementasi AI dalam pendidikan bukan terletak pada kecanggihan teknologinya semata, melainkan pada kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi secara kritis, bertanggung jawab, dan tetap berorientasi pada kualitas pembelajaran.

“Think Smart berarti memanfaatkan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab. Teach Smart berarti menggunakan hasil analisis tersebut untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas. AI bukan pengganti guru, melainkan mitra yang membantu guru bekerja lebih produktif sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk mendampingi murid belajar,” ungkapnya.

BACA JUGA  DPRD Kabupaten Pasuruan Terima LKPJ, Sinergi Eksekutif–Legislatif Jadi Sorotan

Melalui kegiatan berbagi praktik baik ini, diharapkan para guru MGMP Prakarya Kota Pasuruan semakin percaya diri dalam mengintegrasikan kecerdasan artifisial ke dalam pembelajaran secara tepat, aman, dan berbasis referensi yang valid. Workshop hari kedua pun menjadi momentum penting dalam memperkuat kompetensi guru menuju pembelajaran yang lebih mendalam, inovatif, dan berdampak bagi peserta didik.(ACZ)