Penjelasan Menkes Soal Lepas Masker Sepenuhnya

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin (Dok Setkab)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa Indonesia bisa saja untuk melepas masker sepenuhnya. Namun masih menunggu sampai pertengahan Juni.

“Kita masih menunggu sampai pertengahan Juni, karena biasanya kenaikan itu terjadi 30-35 hari sesudah pemberlakuan kebijakan ini, kalau memang kasusnya relatif lebih baik, kita juga akan lakukan sero survei sekali lagi di bulan Juni, kalau hasilnya baik mudah-mudahan bisa secara bertahap kita lakukan relaksasi,” kata Menkes dilansir dari situs Kementerian Kesehatan, belum lama ini.

IMG-20220125-WA0002

Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebijakan pelonggaran yang dikeluarkan pemerintah tetap harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Mengingat saat ini dunia belum sepenuhnya terbebas dari Covid–19, sehingga potensi penularan itu tetap ada.

“Karenanya, ada beberapa ketentuan yang tetap harus diperhatikan masyarakat agar situasi ini tetap terkendali. Masyarakat yang diperbolehkan lepas masker adalah mereka kondisi tubuhnya sehat,” ujarnya.

Ia mengimbau bagi lansia, orang dengan penyakit penyerta dan orang yang sakit flu dengan gejala batuk dan pilek, diminta tetap memakai masker saat melakukan aktivitas di dalam maupun luar ruangan.

“Melandainya jumlah kasus COVID-19, tak menurunkan tekad kita untuk terus menggencarkan vaksinasi COVID-19. Akselerasi vaksinasi tetap digalakkan untuk mencapai kekebalan kelompok yang merata,” katanya.

Menkes kembali mengingatkan masyarakat segera mendapatkan vaksinasi dosis lengkap dan booster di fasilitas pelayanan kesehatan maupun pos pelayanan vaksinasi terdekat.

“Semakin cepat divaksinasi, semakin cepat juga kekebalan tubuh terbentuk,” tandasnya.

Sekarang ini, lanjutnya, vaksinasi booster bisa diberikan lebih cepat, yakni 3 bulan pasca penyuntikan dosis kedua.

“Untuk yang belum booster saran saya terus dilanjutkan, karena itu memberikan proteksi yang baik untuk kita, sasaran yang di-booster terbukti secara ilmiah kadar antibodinya jauh lebih tinggi dibandingkan yang belum di-booster, ini penting untuk melindungi orang sekitar terutama orang tua kita,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.