JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Komika Praz Teguh ikut masuk dalam daftar publik figur yang dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya terkait penyelidikan kasus dugaan penipuan perjalanan umrah Hanania Travel. Pemeriksaan dilakukan untuk menggali informasi mengenai keterlibatannya sebagai pengguna jasa travel tersebut.
Praz membenarkan bahwa dirinya pernah berangkat umrah melalui Hanania Travel pada Februari 2026. Dalam perjalanan itu, ia berangkat bersama rombongan yang berjumlah 24 orang.
“Saya di sini sebagai saksi, memberikan keterangan data. Kami 24 orang berangkat,” kata Praz Teguh dilansir Antara pada Kamis (11/6/2026).
Di hadapan awak media, Praz juga menepis anggapan bahwa keberangkatannya merupakan bagian dari kerja sama endorsement. Ia menegaskan seluruh biaya perjalanan dibayar menggunakan uang pribadinya.
“Rp948 juta, hampir Rp1 miliar teman-teman. Jadi saya tekankan, saya bayar, teman-teman. Uang itu saya kumpulkan, aduh berapa lama,” imbuh Praz Teguh.
Menurutnya, angka tersebut mencakup biaya umrah untuk seluruh rombongan sekaligus tambahan biaya peningkatan fasilitas selama perjalanan ibadah.
Meski demikian, Praz mengakui mendapat potongan harga karena membawa peserta dalam jumlah besar. Dari skema tersebut, empat orang dalam rombongannya memperoleh fasilitas keberangkatan gratis.
“Satu orang hampir Rp40 juta. Jadi potongannya kira-kira Rp150 juta,” ucap Praz Teguh.
Selain diskon, ia juga menerima uang saku dari pihak Hanania Travel. Pemberian tersebut berkaitan dengan kesepakatan pembuatan konten selama berada di Tanah Suci.
“Jadi kita tukar konten di sana,” ujar Praz Teguh.
Namun setelah kasus dugaan penipuan ini mencuat, Praz mengambil langkah untuk menyerahkan kembali uang saku yang pernah diterimanya kepada penyidik. Ia menegaskan pengembalian tersebut dilakukan atas inisiatif pribadi demi membantu proses penyidikan.
“Tidak ada menerima aliran dana apa pun kecuali uang saku. Dan uang saku tersebut murni atas inisiatif kami sendiri langsung dikembalikan hari ini kepada pihak berwajib untuk memudahkan proses penyidikan. Berapanya, puluhan, ratusan, silahkan tanya ke pihak berwajib,” tutur Praz Teguh.
Pengembalian uang saku tersebut, lanjut Praz, merupakan bentuk dukungan terhadap proses hukum yang tengah berjalan. Ia berharap langkah tersebut dapat membantu aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas kasus yang kini menjadi perhatian masyarakat.(04)










