Berita  

Runway 3 Optimal Layani Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

AP II
Dok.Kemenhub

Jakarta, SudutPandang.id-Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini beroperasi dengan tiga landas pacu (runway), yaitu runway 1 yang terletak di selatan serta runway 2 dan runway 3 di utara.

Runway 3 sudah dioperasikan secara penuh dengan dimensi 3.000 x 60 meter, yang bertujuan untuk memperlancar lalu lintas dan meningkatkan kapasitas penerbangan tentunya dengan mengutamakan prinsip keselamatan serta tunduk pada peraturan.

IMG-20220125-WA0002

VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero) Yado Yarismano mengatakan, terhadap adanya ulasan dari pengamat kebijakan publik dan perlindungan konsumen sebelumnya, pada dasarnya runway 3 ini sudah direncanakan sejak lama.

“Sudah melalui tahapan diskusi serta koordinasi dengan seluruh stakeholder serta melalui kajian yang ditetapkan dalam masterplan dan mendapatkan persetujuan regulator,” ujar dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Hingga saat ini, jelasnya, jumlah penerbangan yang sudah dilayani di runway 3 sendiri mencapai 864 pergerakan penerbangan sejak beroperasi penuh pada 20 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020, dengan rincian 587 pergerakan penerbangan domestik dan 277 pergerakan penerbangan internasional.

“Kesuksesan pengoperasian Runway 3 tidak lepas dari koordinasi yang erat di antara seluruh pemangku kepentingan. Runway 3 tidak akan sukses beroperasi jika stakeholder tidak berkoordinasi erat dan saling mendukung, kami sangat berterima kasih kepada AirNav Indonesia, maskapai, serta masyarakat atas dukungannya terhadap Bandara Soekarno-Hatta,” ungkap Yado Yarismano.

“Dioperasikannya runway 3 jelas membuat Bandara Soekarno-Hatta memiliki ruang lebih di sisi udara sehingga dapat lebih efektif dalam melayani take off dan landing pesawat. Hal ini cukup terasa di mana saat peak season libur Natal dan Tahun Baru lalu, Soekarno-Hatta dapat dengan lancar melayani penerbangan yang lebih sibuk dibandingkan dengan kondisi normal,” sambung Yado Yarismano.

Ia menuturkan, didukung dengan kehadiran east connecting taxiway (ECT) pada akhir tahun lalu, yang melengkapi operasional west connecting taxiway (WCT), maka ketiga runway tersebut dapat optimal dalam meningkatkan keselamatan penerbangan, efisiensi dan kapasitas penerbangan.

“Keselamatan penerbangan meningkat karena Soekarno-Hatta jelas memiliki ruang lebih di sisi udara. Efisiensi juga meningkat seiring dengan berkurangnya jumlah antrian pesawat di taxiway dan di udara (airborne holding). Jarak tempuh taxi dari apron ke runway atau sebaliknya juga lebih dekat dan semakin variatif,” katanya.

Standar Keselamatan dan Keamanan Penerbangan 

Runway
ilustrasi runway

Terkait dengan aspek keselamatan penerbangan, sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti memastikan operasional runway 3 dapat dioperasikan sesuai dengan standar keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Sejak awal, Runway 3 dibangun dengan konsep dependen runway, dengan memenuhi aspek keselamatan yang diperlukan sesuai dengan ICAO compliances, dengan strategi penanganan sistem lalu lintas udara secara segregated,” jelas Polana.

Ia menerangkan, berkaitan dengan aspek standar keselamatan, PT Angkasa Pura II selalu berkomitmen menjaga aspek keselamatan sesuai dengan ICAO Compliances. Perusahaan BUMN ini selalu berkoordinasi dengan Airnav Indonesia dalam pengaturan sistem lalu lintas udara.

“Adapun saat ini PT Angkasa Pura II tengah melakukan penyempurnaan marking stop bar dari runway 2 ke runway 3. Ke depannya, selain itu PT Angkasa Pura II juga telah memiliki rencana membangun tambahan fasilitas untuk Runway 3 agar pergerakan di airside semakin optimal,” jelas Polana.

“Dengan tahapan pengembangan yang kami lakukan bersama AirNav Indonesia, maka kapasitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta ditargetkan dapat meningkat hingga 114 pergerakan penerbangan per jam,” pungkasnya.(bmg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.