Sepeda Susi Susanti dan Apresiasi Jokowi Kepada Atlet Keturunan Tionghoa

Jokowi
Susi Susanti (kanan) saat menjawab pertanyaan Presiden Jokowi (tengah) tentang pengalamannya di Olimpiade Barcelona

Susi Susanti: “Ya tentu kerja keras saya bisa terbayar dengan satu keberhasilan pak. Tentunya pada saat Indonesia Raya berkumandang dan Merah Putih berkibar di Olimpiade. Ada suatu keharuan, kebanggaan, dan kebahagiaan yang luar biasa sekali sebagai anak bangsa saya bisa memberikan sesuatu yang terbaik,”

Tangsel, SudutPandang.id-Momen ketika legenda atlet bulutangkis wanita Susi Susanti meminta hadiah sepeda kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) acara perayaan Imlek Nasional 2020 di ICE BSD Tangerang Selatan, Kamis (30/1/2020), viral di media sosial.

IMG-20220125-WA0002

Tak hanya persoalan sepeda, warga net mengapresiasi perjuangan Susi Susanti ketika meraih medali emas pertama Olimpiade Barcelona pada tahun 1992 silam.

Pujian juga ucapkan langsung oleh Presiden Jokowi kepada wanita kelahiran Tasikmalaya ini saat menjadi tamu dalam perayaan Imlek Nasional yang mengusung tema “Bersatu untuk Indonesia Maju”.

Mantan Wali Kota Solo ini menyebutkan bahwa Susi merupakan salah satu contoh warga keturunan Tionghoa yang bekerja keras hingga dapat meraih berbagai kejuaraan badminton.

“Saya mau tanya Mbak Susi, dahulu saat pertama meraih emas di Olimpiade apa sih yang disiapkan? Kerja keras apa? Kemudian waktu dapat emas, menang perasaannya seperti apa?” tanya Jokowi.

Susi Susanti menjawab dengan menuturkan proses jadi juara di Olimpiade 1992 di Barcelona bukan perkara mudah.
“Siap, Pak. Yang pasti menjadi seorang juara tidak mudah,” jawab Susi.

Susi lantas menjelaskan bisa menghabiskan waktu untuk latihan badminton hingga 8-9 jam, bukan hanya 1-2 jam. Latihan itu, kata Susi, biasanya digelar mulai pukul 6-8 pagi dan dilanjutkan pada sore hingga malam harinya.

“Jadi memang seperti minum obat, Pak. Tiga kali sehari. Tapi karena memang keinginan saya dan juga tentu dukungan waktu itu Bapak Tri Sutrisno sebagai ketua umum PBSI kami,” ucapnya.

Jokowi kemudian menanyakan perasaan Susi saat berhasil meraih medali emas tunggal putri Olimpiade 1992. Susi pun mengaku bangga dan terharu. Menurutnya, keberhasilan itu tak lepas dari kerja keras yang selama ini dilakukan.

“Ya tentu kerja keras saya bisa terbayar dengan satu keberhasilan pak. Tentunya pada saat Indonesia Raya berkumandang dan Merah Putih berkibar di Olimpiade. Ada suatu keharuan, kebanggaan, dan kebahagiaan yang luar biasa sekali sebagai anak bangsa saya bisa memberikan sesuatu yang terbaik,” ujar Susi.

Eddy Sastro
Dewan Pembina Perhimpunan Warga Kalimantan Barat-Tangerang (Perwakabta) Eddy Sastro menghadiri perayaan Imlek Nasional 2020/ist

Mendengar jawaban itu, Jokowi pun meminta pada tamu yang hadir untuk bertepuk tangan. Saat itulah, Susi menanyakan sepeda kepada Jokowi. “Enggak dapat sepeda, Pak?” tanya Susi yang kini menjadi Kabid Binpres PP Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Diketahui, Jokowi memiliki kebiasaan memberikan hadiah sepeda kepada sejumlah orang pada acara yang dihadiri. “Masih mau sepeda?” Jokowi balik bertanya.

“Ditambah juga boleh, Pak,” Susi kembali membalas Jokowi.

Susi Susanti
Susi Susanti (ketiga kiri) bersama suami Alan Budi Kusuma (kiri) berfoto bersama warga Tionghoa saat menghadiri perayaan Imlek Nasional 2020 di ICE BSD City/ist

Setelah itu Jokowi memerintahkan untuk mengeluarkan sepeda dan diberikan kepada istri atlet bulutangkis Alan Budi Kusuma itu.

“Enggak tahu bawa sepeda atau ndak saya. Oh ya keluarkan sepeda untuk Mbak Susi,” tutur Jokowi yang saat acara mengenakan pakaian tradisional changshan.(vic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.