Tasikmalaya Diterjang Longsor

  • Bagikan
dok.bpbd

TASIKMALAYA, SUDUTPANDANG.ID – Sebanyak 14 unit rumah rusak ringan dan satu rusak sedang akibat bencana tanah longsor di sejumlah kecamatan Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Jawa Barat, Senin (13/9/2021).

Selain merusak permukiman, tanah longsor juga menutup akses transportasi di beberapa titik. Seperti di Desa Tobongjaya (Kecamatan Cipatujah), Desa Ereunpalay (Cibalong), Desa Bojongsari (Culamega).

“Bencana ini tidak mengakibatkan terjadinya korban jiwa,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Selasa (4/9/2021).

Sejumlah kecamatan yang mengalami tanah longsor adalah Kecamatan Culamega, Bojongasih, Sodonghilir, Cineam, Karangnunggal, Parungponteng dan Cipatujah. Kerusakan rumah terjadi di Kecamatan Culamega sejumlah 8 unit, Karangunggal 3, Bojongasih 3 dan Sodonghilir 1.

Di Desa Bojongsari terdapat satu titik longsoran yang sempat menutup jalan poros desa penghubung menuju Dusun Sukajaya, Cibetear dan Cikondang, serta ruas jalan terbawa longsor di Desa Cipicung, Kecamatan Culamega.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan upaya penanganan darurat pascalongsor. BPBD bersama dengan dinas terkait dan masyarakat membersihkan material longsor maupun material bangunan yang mengalami kerusakan.

Selain tanah longsor, sejumlah wilayah di Tasikmalaya juga diterjang banjir. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air Sungai Cilangla meluap. Peristiwa itu terjadi pada Senin pagi (13/9/2021).

Wilayah yang terdampak banjir antara lain Desa Hergarwangi (Kecamatan Bantarkalong), Bantarkalong, Cipatujah (Cipatujah), Girijaya, Bojongasih (Bojongasih), serta Cikupa, Ciawi dan Karangnunggal (Karangnunggal). Pantauan pada hari ini, air sudah surut di wilayah Bojongasih, Bantarkalong dan Cipatujah.

Dalam upaya penanganan darurat, BPBD setempat mengoperasikan dua perahu karet dan personel untuk evakuasi dan membantu warga yang ingin menyeberang di wilayah Kecamatan Karangnunggal.

BACA JUGA  Pemkot Depok Butuhkan Relawan Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19, Segini Honornya

Melihat analisis inaRISK, Kabupaten Tasikmalaya merupakan wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 35 kecamatan berada pada potensi bahaya tersebut.

Wilayah-wilayah terdampak merupakan kecamatan yang teridentifikasi berpotensi tanah longsor pada kategori sedang hingga tinggi, seperti Kecamatan Cipatujah, Karangnunggal, Cikalong, Cibalong, Bojongasih, Sodonghilir dan Culamega.

Demikian juga analisis potensi gerakan tanah September 2021 dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sejumlah wilayah di Kabupaten Tasikmalaya berada pada kategori menengah hingga tinggi. Sebanyak 39 wilayah teridentifikasi pada kategori tersebut, di antaranya wilayah-wilayah yang baru saja terdampak tanah longsor.

Menyikapi bencana tanah longsor dan banjir, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi. Hujan lebat dengan durasi yang panjang dapat menjadi salah satu pemicu gerakan tanah.

“Untuk itu, masyarakat harus senantiasa memperhatikan wilayah di sekitar, khususnya mereka yang tinggal di dekat kemiringan yang dikelilingi tebing atau bukit,” kata Abdul.(merd)

 

  • Bagikan

Comment