Tembok MTsN 19 di Cilandak Roboh Diterjang Banjir, 3 Orang Meninggal Dunia

Foto Ilustrasi

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID –Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji menyebutkan, korban tewas dan luka-luka akibat robohnya tembok pembatas bangunan Madrasah Tsanawiyah (Mts) Negeri 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan awalnya sedang bermain di sekitar lokasi kejadian.

Isnawa mengatakan, robohnya tembok pembatas bangunan Mts Negeri 19 diawali dengan hujan deras dan meluapnya air gorong-gorong.

IMG-20220125-WA0002

“Kejadian bermula saat hujan deras menyebabkan air gorong-gorong meluap dan menggenangi area sekolah MTsN 19. Beberapa siswa yang sedang bermain (hujan) di area taman sekolah, tertimpa tembok yang roboh,” ujar Isnawa saat dikonfirmasi, Kamis (6/10) sore.

Isnawa memastikan, material yang roboh bukan tembok ruangan kelas. Tembok tersebut merupakan pembatas antara bangunan sekolah dan kawasan permukiman warga

Sementara itu, Edison, guru di sekolah tersebut menjelaskan, saat ini ada tiga siswa yang dikabarkan tewas akibat tertimpa tembok tersebut

“Ada empat orang yang dievakuasi, tiga orang katanya meninggal dunia,” ujar Edison saat ditemui di lokasi, Kamis.

Sementara itu Polres Metro Jakarta Selatan belum menerima adanya laporan orang hilang di lokasi tembok MTSn 19 Pondok Labu, Cilandak,

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan saat ini kondisi air yang menggenang lokasi tersebut telah surut dibandingkan sore tadi.

“Update terkini belum ada laporan orang hilang. Air sekarang sudah surut,” kata Ade Ary

Ade menambahkan Polrestro Jakarta Selatan bersama Damkar dan BPBD setempat tengah bekerja menangani peristiwa tembok roboh yang menyebabkan tiga orang tewas tersebut.

“Polrestro Jaksel bersama Damkar, BPBD bekerja sama menangani peristiwa ini. Tim Identifikasi Polres Jakarta Selatan saat ini masih bekerja,” ujar Ade.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.