Tutup Posko Angkutan Nataru, Dirjen Perhubungan Laut Bersyukur

Penutupan Posko Kemenhub
Dirjen Perhubungan Laut R.Agus H.Purnomo secara resmi menutup Posko Angkutan Nataru/dok.Kemenhub

Jakarta, SudutPandang.id-Setelah berlangsung dari tanggal 18 Desember 2019 hingga 8 Januari 2020, Posko Angkutan Laut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) resmi ditutup oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Menurut Agus, secara umum penyelenggaraan Angkutan Laut Nataru dinilai berjalan aman dan lancar. Ia mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena tugas untuk mengawal Angkutan Nataru telah selesai dengan sukses dan lancar.

IMG-20220125-WA0002

“Kami ingin berterimakasih kepada seluruh jajaran petugas Ditjen Perhubungan Laut yang bertugas melayani angkutan laut Nataru, stakeholder terkait dan masyarakat. Semoga ini menjadi bakti kita kepada Negara dan amal ibadah kepada Allah SWT,” ujar Dirjen Agus.

Ia menguraikan, data realisasi jumlah penumpang selama periode Nataru sampai dengan tanggal 8 Januari 2020 adalah sebanyak 1.323.908 orang atau naik sebesar 13.13 % dibandingkan tahun lalu.

“Untuk pelabuhan dengan penumpang tertinggi tidak jauh berbeda saat Angkutan Lebaran maupun hari-hari biasa, yaitu Pelabuhan Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Ternate, Tanjung Buton, Tanjung Uban, Manado, Tanjung Perak, Dumai dan Tarakan,” ungkapnya.

Namu, jelasnya, khusus untuk Angkutan Nataru terdapat beberapa pelabuhan yang menjadi fokus dan harus diwaspadai terjadi lonjakan penumpang, yaitu di Pelabuhan Jayapura, Manokwari, Sorong, Bitung/Menado, Ambon, dan Kupang.

“Alhamdulillah semua permasalahan terkait lonjakan penumpang di daerah bisa diantisipasi dan diatasi dengan baik dan aman. Hal tersebut tak terlepas dari kerja keras dan koordinasi seluruh pihak,” ucap Agus.

Selanjutnya, ia menginstruksikan agar penerapan e-ticketing harus ditingkatkan terutama oleh PT.Pelni yang ada di daerah serta meningkatkan edukasi tentang e-ticketing dan sterilisasi pelabuhan kepada penumpang.

“Edukasi penumpang sangat penting dan yang paling efektif dilakukan melalui media. Edukasi dan sosialisasi kepada penumpang harus terus menerus dilakukan terutama di pelabuhan yang masih terdapat penumpang menginap agar pelabuhan bisa steril,” terangnya.

Hal penting lain yang harus ditingkatkan pelayanannya ialah terkait pengaturan bagasi atau barang bawaan, pengaturan porter dan peningkatan fasilitas pelabuhan yang masih kurang.

Pihaknya juga menegaskan bahwa setelah Angkutan Nataru usai, sebentar lagi kita akan bersiap menghadapi masa Angkutan Lebaran. Oleh karenanya, Ia mengajak seluruh jajarannya untuk dapat membangun suasana yang kompak dan solid seperti ini.

“Empat bulan lagi kita akan segera bertemu dengan penyelenggaraan Angkutan Lebaran. Masih cukup waktu bagi Perhubungan Laut untuk mempersiapkan diri dan mengkalkulasi lebih cermat prediksi kenaikan penumpang dan kapasitas kapal yang tersedia serta pengaturan rute saat mudik berlangsung,” imbuhnya.(bmg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.