Waduh, Negara Sedang Kekurangan Uang, Ini Kata Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko/net

Jakarta, Sudut Pandang-Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko berpesan kepada seluruh aparatur negara, khususnya TNI, Polri, dan Kejaksaan, untuk tidak mengganggu atau mempersulit investor yang akan berinvestasi di Indonesia, terutama di daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Moeldoko mengakui bahwa negara sedang kekurangan uang. Karena itu, investor harus diundang datang sehingga lapangan pekerjaan tercipta, bisa berproduksi dan menghasilkan devisa serta pertumbuhan ekonominya baik.

IMG-20220125-WA0002

Hal ini disampaikan Moeldoko saat meresmikan secara simbolis beberapa kegiatan Hari Jadi ke-16 Kabupaten Lingga, Minggu (24/11/2019).

Kegiatan Moeldoko di Lingga antara lain groundbreaking pembangunan tambak udang seluas 836 hektare, peresmian Politeknik Lingga, peresmian pembangunan Pabrik Pengolahan Pakan Ikan dan Udang, peresmian Pembangunan Pabrik Tepung Ikan, peresmian Pembangunan Pabrik Pengolahan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan kapasitas 10.000 liter, serta peresmian Pengoperasian IKM Kelapa Terpadu.

Menurut Moeldoko, salah satu upaya pemerintah meningkatkan investasi adalah dengan cara menjaga situasi tetap kondusif. Selain itu, perlu adanya upaya penjelasan kepada masyarakat agar tidak ada pikiran negatif atas apa yang akan dikerjakan investor.

“Dengan begitu, manfaat investasi terasa bagi masyarakat itu sendiri, seiring terbukanya lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi yang baik di daerah tersebut,” kata Moeldoko saat ditemui di gedung Nasional, Minggu (24/11/2019).

Moeldoko mengatakan, dirinya juga yakin jajaran TNI-Polri dan Kejaksaan sudah paham atas pesan Presiden Jokowi terkait dunia investasi.

“Jangan mempersulit investasi masuk ke tanah air, apalagi sampai mengganggu. Aparat keamanan dan penegak hukum harus bekerja sesuai ketentuan,” jelasnya.

Mantan Panglima TNI ini mengaku bahwa Presiden Joko Widodo sangat mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Lingga, yang telah mengubah lahan tandus eks tambang timah dan bauksit, menjadi lahan produktif untuk kemakmuran masyarakatnya.

“Semuanya itu adalah potensi yang luar biasa jika dikelola dengan baik. Saya yakin ke depan perekonomian Lingga akan melampaui ekonomi sekitar, terlebih jika disertai investasi yang jelas,” katanya.Red/Gus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.