BOGOR, SUDUTPANDANG.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dan Bekasi, Jawa Barat, sejak Jumat (31/10/2025) sore memicu banjir di sejumlah titik. Di Bogor, tanggul Sungai Cipatujah di Kecamatan Jonggol jebol dan menyebabkan air meluap ke permukiman warga, sementara di Bekasi, tujuh kecamatan terendam akibat luapan Kali Cikarang.
Banjir di Kabupaten Bogor diakibatkan tanggul Sungai Cipatujah yang berada di Kampung Rawa Bebek, RW 05, Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, jebol sekitar pukul 18.00 WIB. Akibatnya, air sungai meluap hingga menggenangi rumah-rumah warga dengan ketinggian air antara 50 sentimeter hingga 1 meter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan pihaknya segera menerjunkan tim untuk membantu warga terdampak.
“Kami sudah menurunkan personel ke lokasi untuk membantu evakuasi dan melakukan penanganan darurat di sekitar tanggul yang jebol,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Adam menyebut tidak ada laporan korban jiwa, namun puluhan rumah terdampak dan sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Ia mengimbau masyarakat di sekitar aliran sungai agar tetap waspada karena potensi hujan lebat masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, di Kabupaten Bekasi, banjir melanda tujuh kecamatan akibat luapan Kali Cikarang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan wilayah yang terdampak meliputi Serang Baru, Cikarang Selatan, Cikarang Barat, Cikarang Utara, Sukatani, Karangbahagia, dan Cibitung.
“Hingga Sabtu petang, ketinggian air di beberapa titik masih berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter. Kami terus melakukan pemantauan dan penyaluran bantuan logistik,” kata Muchlis.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menambahkan sejumlah langkah tanggap darurat sudah dilakukan, mulai dari pengiriman pompa air ke Perumahan Arthera Hill Serang Baru, pemasangan tenda pengungsi di Cikarang Utara, hingga distribusi bantuan logistik untuk warga terdampak.
“Tim kami masih berada di lapangan untuk memantau kondisi dan membantu evakuasi warga,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat intensitas hujan masih tinggi di wilayah hulu Kali Cikarang. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan aparat desa dan relawan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.
Banjir di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi ini menjadi pengingat bahwa sistem pengendalian air dan tata ruang perlu mendapat perhatian serius, terutama menjelang puncak musim hujan pada akhir tahun.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Barat, termasuk Bekasi dan Bogor, hingga awal pekan depan.(tim)










