SUDUTPANDANG.ID – Presiden Prabowo Subianto tiba di Kota Zurich, Swiss, Rabu (22/1/2026) malam waktu setempat, sebagai rangkaian persiapan menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos. Kehadiran Presiden Prabowo menandai partisipasi aktif Indonesia dalam pertemuan tingkat dunia untuk membahas arah perekonomian global dan peluang investasi.
Presiden Prabowo mendarat di Bandara Internasional Zurich pada pukul 18.00 waktu setempat. Di suhu sekitar 1 derajat Celsius, Presiden mengenakan jas hitam tebal dan kopiah hitam.
Putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Hediprasetyo, mendampingi di tangga pesawat, sementara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah lebih dulu turun.
Di ujung tangga pesawat, sejumlah pejabat Indonesia menyambut Presiden, antara lain Duta Besar Indonesia untuk Swiss Ngurah Swajaya dan Atase Pertahanan Indonesia Marsekal Pertama TNI Hendra Gunawan.
Presiden Prabowo kemudian menyalami mereka satu per satu sebelum menuju mobil kepresidenan yang membawa rombongan ke hotel tempat bermalam.
Jajaran menteri Kabinet Merah Putih yang turut mendampingi Presiden telah tiba lebih dahulu di Zurich dan menunggu di hotel untuk menyambut rombongan.
Dalam agenda WEF 2026, Presiden Prabowo dijadwalkan memberikan special address pada Kamis pukul 14.00-14.30 waktu setempat (CET), berbagi panggung dengan Presiden dan CEO WEF Børge Brende.
Selain Indonesia, beberapa pemimpin dunia yang menyampaikan pidato khusus termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Presiden Argentina Javier Milei, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.
World Economic Forum merupakan pertemuan tahunan sejak 1971 di Davos, Swiss, yang mempertemukan pemimpin dunia, pakar ekonomi, akademisi, dan praktisi untuk berdiskusi mengenai tantangan ekonomi global dan inovasi kebijakan.
Kehadiran Presiden Prabowo di forum ini menjadi salah satu momentum bagi Indonesia untuk menyoroti peluang investasi, kemitraan ekonomi, dan strategi penguatan ekonomi nasional di panggung internasional.
World Economic Forum
Sebagai informasi, World Economic Forum (WEF) merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar setiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ini menjadi ajang berkumpulnya para pemimpin dunia, pakar ekonomi, akademisi, praktisi, dan profesional dari berbagai bidang untuk berdiskusi secara mendalam mengenai tantangan ekonomi global dan peluang kerja sama internasional.
Melalui WEF, para peserta dapat saling bertukar gagasan, menganalisis isu ekonomi terkini, serta memproyeksikan strategi menghadapi tantangan masa depan. Forum ini berfungsi sebagai platform penting untuk membangun kolaborasi global dan memperkuat kemitraan antarnegara. WEF diselenggarakan oleh World Economic Forum, sebuah organisasi non-pemerintah dan think tank yang berkantor pusat di Cologny, Jenewa, Swiss.(Ant/01)










