PAGAR ALAM, SUDUTPANDANG.ID – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah melalui pembangunan gapura Kampung Kopi Salipayak Jokoh di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan sekaligus bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam meningkatkan ekspor kopi daerah.
Corporate Secretary IPC Terminal Petikemas, Pramestie Wulandary, menegaskan bahwa kontribusi perusahaan tidak hanya sebatas pada konektivitas logistik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
“IPC Terminal Petikemas tidak hanya berfokus pada konektivitas logistik nasional, tetapi juga berkomitmen menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan. Melalui pembangunan gapura Kampung Kawe Salipayak Jokoh, kami berharap dapat memperkuat identitas Kopi Pagar Alam sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sejalan dengan upaya peningkatan ekspor kopi Sumatera Selatan,” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC Terminal Petikemas.
Kota Pagar Alam dikenal sebagai salah satu sentra unggulan Kopi Robusta di Sumatera Selatan yang tumbuh di ketinggian 1.000–1.600 mdpl di lereng Gunung Dempo.
Komoditas ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan utama masyarakat, tetapi juga berkembang sebagai daya tarik wisata edukasi dan kuliner melalui desa wisata kopi serta kedai-kedai lokal yang terus bertumbuh. Potensi tersebut menjadikan kopi Pagar Alam memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar internasional.
Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya Kampung Kawe Salipayak Jokoh, Jangsah, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan IPC TPK dalam peresmian gapura tersebut.
“Terima kasih kepada IPC TPK yang telah memberikan bantuan dengan pembangunan gapura di desa kami. Kami harap ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan Kampung Kawe sebagai sentra wisata dan edukasi kopi di Sumatera Selatan,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/2/2026).
Gapura Kampung Kopi Salipayak Jokoh dibangun sebagai simbol identitas kawasan sekaligus gerbang utama desa penghasil kopi.
Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wilayah, mendorong pertumbuhan kunjungan wisata, serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian dan pariwisata berbasis kopi.
Inisiatif ini menjadi langkah awal untuk menjadikan Desa Salipayak Jokoh sebagai kebun percontohan dan kampung wisata kopi di Pagar Alam, sekaligus memperkuat posisi Kopi Pagar Alam sebagai komoditas ekspor asli Sumatera Selatan.
Pramestie menambahkan bahwa kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam mewujudkan pengembangan kawasan tersebut secara berkelanjutan.
“Ke depan, IPC TPK optimis atas sinergi antara perusahaan dengan kelompok tani, pemerintah daerah, dan masyarakat akan mendorong Kampung Kopi Salipayak Jokoh berkembang menjadi destinasi kopi unggulan yang berdaya saing tinggi, menghadirkan nilai tambah ekonomi lokal, sekaligus memperluas promosi kopi Sumatera Selatan hingga ke tingkat nasional dan internasional,” tutup Pramestie.
Peresmian gapura turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah dan instansi terkait, di antaranya Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj Bertha, Anggota DPRD Komisi III Kota Pagar Alam Dedi Stanza, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Pagar Alam Fherla Yudhi Aguslan, Camat Dempo Tengah Buraqqo Bangun, Lurah Jokoh Suidi, perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, serta PT Agri Ekspor Indonesia.(PR/04)









