Jelang Hari Kenaikan Yesus Kristus, PalmCo Pasang PLTS Atap di Gereja Pedalaman Kalbar

Jelang Hari Kenaikan Yesus Kristus, PalmCo Pasang PLTS Atap di Gereja Pedalaman Kalbar
Penyerahan bantuan PLTS PTPN IV PalmCo untuk Gereja Katolik Santo Kristoforus Stasi Plasma, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Selasa (5/5/2026). (Foto: Dok. Humas PTPN IV PalmCo)

LANDAK-KALBAR, SUDUTPANDANG.ID – Menjelang peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, PTPN IV PalmCo memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Gereja Katolik Santo Kristoforus Stasi Plasma, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Siaran pers PTPN IV PalmCo, Senin (18/5/2026), menyebutkan bahwa bantuan tersebut diberikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan sebagai upaya mendukung kebutuhan energi rumah ibadah sekaligus mendorong pemanfaatan energi bersih di masyarakat.

Bantuan PLTS atap itu secara simbolis diserahterimakan pada Selasa (5/5/2026). Perusahaan berharap penggunaan energi surya dapat membantu menekan biaya operasional gereja yang selama ini bergantung pada listrik konvensional.

Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Santosa, mengatakan, pemasangan PLTS tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional dan penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

BACA JUGA  Peremajaan Sawit Rakyat Meningkat, PTPN IV PalmCo Distribusikan 6 Juta Bibit Bersertifikat

“Pemerintah saat ini terus mendorong efisiensi energi dan percepatan penggunaan energi baru terbarukan di berbagai sektor. PalmCo ingin menjadi bagian dari gerakan tersebut melalui langkah konkret yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Jatmiko dalam keterangannya.

PLTS atap yang dipasang memiliki kapasitas 2.250 Wp dengan inverter 2.000 VA menggunakan sistem on-grid. Sistem tersebut memungkinkan energi listrik dari panel surya digunakan langsung pada siang hari, sementara kelebihan daya disalurkan kembali ke jaringan listrik tanpa memerlukan baterai penyimpanan.

Melalui pemanfaatan energi surya tersebut, kebutuhan listrik operasional gereja untuk lampu, pengeras suara, kipas angin, hingga aktivitas pelayanan umat diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

PalmCo memperkirakan penggunaan PLTS mampu menghasilkan penghematan energi sekitar 236 kWh per bulan. Dengan asumsi tarif listrik rumah tangga non-subsidi sebesar Rp 1.444,70 per kWh, gereja diproyeksikan dapat menghemat biaya listrik sekitar Rp 340.949 per bulan atau lebih dari Rp 4 juta per tahun.

BACA JUGA  Pemprov Kaltim Apresiasi Program Gizi dan Sanitasi PTPN IV PalmCo untuk Tekan Stunting

Selain memasang fasilitas PLTS, perusahaan bersama mitra teknis juga memberikan pelatihan dasar pengoperasian dan pemeliharaan sistem kepada pengurus gereja agar instalasi dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.

Sambut Baik

Jelang Hari Kenaikan Yesus Kristus, PalmCo Pasang PLTS Atap di Gereja Pedalaman Kalbar
Gereja Katolik Santo Kristoforus Stasi Plasma, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Selasa (5/5/2026). (Foto: Dok. Humas PTPN IV PalmCo)

Pengurus Gereja Katolik Santo Kristoforus, Hunin Herdanus, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnyaa, biaya listrik selama ini menjadi salah satu pengeluaran rutin yang cukup besar bagi operasional gereja.

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Desa Amboyo Inti, Junaedi. Ia menilai program tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat dan diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perusahaan dan warga sekitar.

Bagi PalmCo, program pemasangan PLTS atap tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi memperluas penggunaan energi bersih di wilayah operasional perusahaan. Ke depan, model bantuan serupa direncanakan dapat diterapkan di fasilitas sosial lain seperti sekolah, klinik, hingga rumah ibadah di berbagai daerah.

BACA JUGA  Koramil Winongan Jalin Komunikasi dengan Warga Desa Sumberjo

“Kami berharap inisiatif ini dapat memberi dampak besar bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bahwa efisiensi energi serta penggunaan energi bersih bisa dimulai dari lingkungan sekitar,” harap Jatmiko. (PR/01)