ISTANBUL-TURKI, SUDUTPANDANG.ID – Ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan mengenakan biaya pada pelayaran di jalur air strategis Selat Hormuz ditanggapi Iran dengan penegasan bahwa negara itu akan tetap dan selamannya menjadi “penjaga” Selat Hormuz.
Pernyataan itu, seperti dilaporkan Kantor Berita Anadolu dari Instanbul, Turki, yang dikutip di Jakarta, Selasa (147/7/2026) disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Senin (13/7).
“Presiden AS benar sekali. Siapa pun yang menyediakan jalur aman dan terjamin bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz harus diberi kompensasi atas layanan ini,” kata Araghchi di akun X.
“Iran selalu menjadi PENJAGA Selat dan akan tetap demikian SELAMANYA,” tambahnya.
Trump mengatakan pada Senin pagi bahwa AS akan memblokade Iran di Selat Hormuz dan akan mengenakan biaya 20 persen kepada kapal-kapal untuk jalur yang aman.
“20 persen tentu saja terlalu banyak. Kami akan bersikap adil,” kata Araghchi.
Ketegangan meningkat antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz, dengan kedua pihak saling menyerang meskipun ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang bertujuan untuk mengakhiri konflik mereka dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng. (Red/Anadolu/Ant/02)










