JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, meninjau langsung proyek pembangunan saluran air di Jalan Taman Ratu Indah, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (31/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur drainase berjalan sesuai standar teknis, memiliki kualitas yang baik, dan dapat diselesaikan tepat waktu demi mengatasi persoalan genangan yang selama ini dikeluhkan warga.
Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang diserap Kenneth saat masa Reses Ke-II Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024–2025 (TA 2025).
Proyek pembangunan saluran air tersebut menjadi salah satu program prioritas untuk memperkuat sistem drainase di kawasan permukiman yang kerap terdampak luapan air ketika hujan dengan intensitas tinggi.
Saluran air baru yang tengah dibangun membentang melintasi tiga wilayah sekaligus, yakni RW 10 Kelurahan Duri Kepa, RW 01 Kelurahan Kedoya Selatan, dan RW 11 Kelurahan Kedoya Utara.
Dengan cakupan lintas wilayah tersebut, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran air sehingga mengurangi potensi genangan maupun banjir lokal di kawasan Kebon Jeruk.
Di sela-sela peninjauan, Kenneth menegaskan bahwa kehadiran anggota legislatif di lokasi proyek merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah.
Menurutnya, setiap program pembangunan yang berasal dari aspirasi masyarakat harus dipastikan benar-benar terlaksana dan memberikan manfaat nyata.
“Peninjauan ini bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat. Sebagai wakil rakyat, saya memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap aspirasi tidak berhenti pada tahap usulan, tetapi benar-benar direalisasikan melalui program yang tepat sasaran,” ujar Kenneth.
Politisi PDI Perjuangan itu juga memeriksa secara langsung kesiapan pekerjaan di lapangan, mulai dari kesesuaian pelaksanaan dengan desain teknis hingga kualitas material yang digunakan.
Ia mengingatkan pelaksana proyek agar tidak mengabaikan mutu pekerjaan demi menjamin daya tahan infrastruktur dalam jangka panjang.
Menurut Kenneth, pembangunan saluran air tidak boleh hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga harus memenuhi spesifikasi teknis agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam waktu yang lama.
“Karena itu, saya turun langsung ke lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan, memiliki kualitas yang baik, dan selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kawasan Kebon Jeruk mengalami perkembangan permukiman yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Pertumbuhan tersebut berdampak pada meningkatnya limpasan air hujan, sementara kapasitas saluran drainase lama dinilai sudah tidak mampu menampung debit air yang terus bertambah.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah titik di wilayah Duri Kepa, Kedoya Selatan, dan Kedoya Utara kerap mengalami genangan saat hujan deras.
Karena itu, pembangunan saluran air baru dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk memperbaiki sistem drainase kawasan.
Kenneth berharap proyek tersebut mampu memperkuat jaringan drainase yang terintegrasi sehingga aliran air dapat mengalir lebih lancar menuju saluran utama tanpa menimbulkan hambatan di kawasan permukiman.
“Kami berharap dengan kapasitas yang lebih besar dan jaringan saluran yang terintegrasi, aliran air menjadi lebih lancar sehingga risiko genangan maupun banjir dapat ditekan secara bertahap,” tuturnya.
Selain memastikan kualitas pekerjaan, Kenneth juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam proyek agar menjaga koordinasi selama proses pembangunan berlangsung.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, kontraktor, dan masyarakat menjadi faktor penting agar proyek dapat selesai sesuai target tanpa mengganggu aktivitas warga sekitar.
Pembangunan saluran air tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, khususnya sistem pengendalian banjir dan genangan di kawasan permukiman padat penduduk.
Dalam peninjauan itu, Kenneth turut berdialog dengan perwakilan warga mengenai kondisi lingkungan serta harapan mereka terhadap penyelesaian proyek.
Masyarakat berharap saluran baru mampu mengatasi persoalan genangan yang selama ini mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat musim hujan.
Turut mendampingi Kenneth dalam kunjungan tersebut jajaran Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Lurah Duri Kepa, Lurah Kedoya Selatan, Lurah Kedoya Utara, pengurus RT dan RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), serta tim pelaksana proyek.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat dalam peninjauan tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk mengawal pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan tepat sasaran.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara langsung, proyek saluran air di Jalan Taman Ratu Indah diharapkan dapat selesai sesuai jadwal serta memberikan manfaat nyata dalam mengurangi risiko genangan dan meningkatkan kenyamanan warga di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (09/AGF).










