Khofifah, Erick Thohir hingga Ganjar Masuk Lima Capres Pilihan PAN Jatim

Dok.Fotografer

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur Ahmad Rizky Sadiq menyebut sejumlah nama tokoh yang menguat sebagai calon Presiden, khususnya di daerah Jawa Timur. Ada tiga nama dari internal KIB yaitu Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

Sementara dari eksternal menguat nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri BUMN Erick Thohir. Sementara masih masuk lima besar ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

“Sebagai calon internal kita hormati, pak Airlangga, pak Zul, pak Suharso, tapi eksternal nya ada dua menonjol, 5 besar kita sampaikan yang bersaing ketat yaitu antara Bu Khofifah dan Erick Thohir, tapi ada pak Anies, pak Ganjar, pak Andika,” ujar Rizky di kantor KPU RI, Jakarta, Rabu (10/8/2022).

BACA JUGA  PAN Tak Pernah Tunggu Pengumuman Reshuffle

Sementara itu, KIB akan menggelar konsolidasi bersama di Surabaya, Jawa Timur untuk menguatkan platform bersama.

“Sekarang masuk ke wilayah provinsi masing-masing, dan melibatkan tiga ketum partai dengan agenda-agenda pasca ini apa yang akan dilakukan. Bahasa kami adalah chapter-chapter lanjutan tapi ini dilakukan di Jawa Timur Surabaya tuan rumahnya adalah PAN Jawa Timur,” ungkap Rizky yang merupakan ketua pelaksana.

Hanya saja, dalam agenda konsolidasi ini belum akan dibahas calon presiden dan calon wakil presiden dari KIB. Masing-masing partai di KIB masih melakukan penjaringan internal termasuk yang dilakukan PAN.

“Belum, kan itu masih chapter terakhir, masih lama. Silakan nanti kalau mau tanya lebih kepada ketum. Saya kira posisinya hari ini kita mengambil dari akar rumput,” ujar anggota Komisi I DPR RI ini.

BACA JUGA  Jelang Pemungutan Suara, KPU Fokus Distribusi Logistik Wilayah 3T

Rizky menambahkan, Jawa Timur dipilih sebagai tempat konsolidasi besar pertama KIB karena provinsi ini masih sangat cair dengan beberapa latar belakang masyarakatnya.

“Saya menganggap Jatim sangat cair, kalau kita lihat blocking-blocking itu dari beberapa provinsi, saya menganggap Jatim itu sangat cair disitu selama ini masyarakat sangat heterogen, berbagai macam, ada kalangan Nahdiyin, marhaen, ada kalangan akademisi dan pemikir dan mugkin karena persoalan itu juga. Sehingga kemudian diharapkan ada respons dari masyarakat Jawa timur khususnya berkaitan dengan ide-ide gagasan KIB,” ungkap Rizky.(red)

 

 

Tinggalkan Balasan