“Badannya ditendang sama majikannya, sejak itu pincang jalannya. Karena (ditendang) beberapa kali. Jadi, sekarang jalannya agak keseret. Ini yang mau ditangani dokter ortopedi.“
JAKARTA, SUDUTPADANG.ID – Hasil visum Asisten Rumah Tangga (ART), korban dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh majikannya di rumah salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Perumahan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, telah keluar. Hasil visum menunjukkan pada tubuh ART berinisial RNA (18) diketahui terdapat banyak bekas luka lebam.
Menurut Koordinator Koalisi Sipil UU Perlindungan PRT, Eva Kusuma Sundari, ada beberapa titik bekas luka pada tubuh RNA, yang diduga dari tindakan penganiayaan sang majikan.
“Yang parahnya lagi, terdapat pada bagian kepala korban hingga saat ini masih dirasakan berdenyut. Meskipun penyiksaan itu sudah memakan waktu cukup lama” jelas Eva, dalam keterangannya, Kamis (3/11/2022).
Eva mengungkapkan, berdasarkan hasil visum terdapat juga luka pada bagian telinga RNA dan juga ditemukan luka pendarahan, keluar nanah, hingga pembengkakan. Kemudian pada kedua mata RNA, juga mengalami minus empat, diduga akibat disiram air cabai dan lada oleh majikannya.
“Badannya ditendang sama majikannya, sejak itu pincang jalannya. Karena (ditendang) beberapa kali. Jadi, sekarang jalannya agak keseret. Ini yang mau ditangani dokter ortopedi,” jelas Eva.
Hingga saat ini, diketahui kondisi RNA masih mengalami trauma berat akibat dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan pasangan suami istri (pasutri) tersebut. Ia mengaku sudah hampir satu tahun mengalami penyiksaan secara fisik maupun psikis dari pelaku.
Eva mengatakan, hasil visum tersebut sudah diserahkan kepada pihak Polda Metro Jaya.
“Sekarang persiapan untuk dipulangkan dari RSPAD ke Cianjur. Sempat dirawat inap selama tiga hari. Karena pamannya (RNA yang mendampingi perawatan) kan ASN ya, jadi harus pulang,” kata Eva.
Sebelumnya, kasus dugaan kekerasan terhadap ART asal Cianjur tersebut menjadi perhatian publik setelah korban mengadu ke Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pada Selasa (25/10/2022) lalu. RNA mengaku menjadi korban kekerasan oleh majikan.(Erf/01)










