Kajati Sulsel Ingatkan Pegawai Jaga Integritas

Kajati Sulawesi Selatan Dr. Sila Haholongan Pulungan mengingatkan seluruh pegawai Kejati Sulsel untuk menjaga integritas, tidak mudah terprovokasi informasi di media sosial, menghindari praktik transaksional, serta memperkuat soliditas dan sinergi antarlembaga dalam penegakan hukum. (Foto: ist/SP)

MAKASSAR, SUDUTPANDANG.ID — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Dr. Sila Haholongan Pulungan, S.H., M.H., mengingatkan seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan agar terus menjaga integritas, profesionalisme, dan soliditas dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

Pesan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Makassar, Senin (13/7/2026).

Apel diikuti para Asisten, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), Koordinator, serta seluruh pegawai Kejati Sulsel.

Dalam arahannya, Kajati menyoroti pentingnya introspeksi diri di tengah berbagai dinamika yang berkembang, baik di lingkungan institusi maupun di ruang publik.

Menurut Sila Haholongan Pulungan, setiap insan Adhyaksa harus mampu menyikapi berbagai informasi secara bijaksana, khususnya informasi yang beredar di media sosial.

Ia mengingatkan agar pegawai tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi sehingga dapat memicu tindakan yang merugikan diri sendiri maupun institusi.

“Seluruh pegawai harus mampu melakukan introspeksi diri, menyaring setiap informasi secara bijak, serta tidak mudah terpancing emosi yang berpotensi menimbulkan tindakan kontraproduktif,” ujar Sila Pulungan.

Ia menilai perkembangan teknologi informasi telah membuat arus informasi bergerak sangat cepat.

Karena itu, aparatur penegak hukum dituntut lebih cermat dalam menyikapi berbagai isu yang beredar agar tidak terjebak pada informasi yang belum tentu benar.

BACA JUGA  Kajati Sulsel Siap Jadi Pemateri LK II HMI Sulsel

Kajati menegaskan, setiap pegawai memiliki tanggung jawab menjaga nama baik Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang dipercaya masyarakat.

Sikap profesional dan kehati-hatian menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul.

Selain mengingatkan pentingnya literasi digital, Sila Pulungan juga meminta seluruh jajaran segera melaporkan kepada pimpinan apabila menemukan persoalan yang berkaitan dengan institusi atau berpotensi memengaruhi marwah Kejaksaan.

Menurutnya, penyampaian informasi secara berjenjang akan memudahkan pimpinan mengambil langkah yang tepat sehingga setiap persoalan dapat ditangani secara cepat dan proporsional.

“Apabila ada persoalan yang menyangkut institusi, segera sampaikan kepada atasan agar dapat segera diambil sikap dan langkah yang diperlukan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa komunikasi internal yang baik merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas organisasi.

Dengan koordinasi yang efektif, setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kinerja institusi.

Dalam arahannya, Kajati Sulsel juga mengingatkan seluruh pegawai agar selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas serta menjaga kehormatan pribadi maupun institusi.

Ia secara khusus menekankan agar seluruh aparatur Kejaksaan menjauhi praktik-praktik transaksional yang dapat mencederai integritas lembaga penegak hukum.

BACA JUGA  Wahyu Kenzo Dijerat Pasal Berlapis, Usai Raup Rp 9 Triliun di Kasus Robot Trading

“Selalu berhati-hati melihat situasi yang ada. Jaga institusi, jagalah keluarga, dan jangan transaksional dalam menjalankan tugas serta kewajiban,” tegasnya.

Menurut Sila Pulungan, integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap Kejaksaan.

Oleh karena itu, setiap pegawai dituntut bekerja secara profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan penegakan hukum.

Selain penguatan integritas, Kajati Sulsel juga menyoroti pentingnya membangun soliditas di internal organisasi. Ia meminta seluruh jajaran menjaga kekompakan dan saling mendukung dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Soliditas internal, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pelayanan hukum kepada masyarakat sekaligus memperkuat kinerja organisasi.

Di sisi lain, Sila Pulungan juga mendorong seluruh insan Adhyaksa untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga dan instansi, baik yang berkaitan langsung dengan penegakan hukum maupun institusi nonteknis.

Kerja sama lintas sektoral dinilai penting guna mendukung terciptanya koordinasi yang lebih efektif dalam menangani berbagai persoalan hukum di Sulawesi Selatan.

“Seluruh insan Adhyaksa harus terus membangun hubungan dan komunikasi yang harmonis dengan berbagai institusi agar pelaksanaan penegakan hukum dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.

BACA JUGA  Firli Bahuri Dorong Pemuda dan LSM Daerah jadi Aktor Pemberantasan Korupsi

Menurut Kajati, sinergi antarlembaga tidak hanya memperkuat koordinasi dalam penanganan perkara, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Ia berharap seluruh pegawai Kejati Sulsel mampu menjadikan arahan tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sehari-hari, sekaligus memperkuat budaya kerja yang profesional dan berintegritas.

Melalui penguatan disiplin, komunikasi internal, serta kerja sama lintas sektoral, Kejati Sulawesi Selatan diharapkan semakin mampu menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kajati juga menegaskan bahwa menjaga marwah institusi merupakan tanggung jawab seluruh insan Adhyaksa.

Karena itu, setiap pegawai diharapkan terus menjaga etika, meningkatkan profesionalisme, dan mengedepankan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas demi memperkuat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Republik Indonesia. (UM/09)