Kajati Sulsel Siap Jadi Pemateri LK II HMI Sulsel

Kajati Sulsel Siap Jadi Pemateri LK II HMI Sulsel
Kajati Sulsel Dr. Sila Haholongan Pulungan menerima audiensi BPL HMI Sulsel di Kantor Kejati Sulsel, Makassar. (Foto: ist/SP)

MAKASSAR, SUDUTPANDANG.ID – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Dr. Sila Haholongan Pulungan, S.H., M.H., menyatakan kesiapannya menjadi pemateri utama dalam kegiatan Intermediate Training atau Latihan Kader II (LK II) Tingkat Regional yang akan diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Provinsi Sulawesi Selatan.

Komitmen tersebut disampaikan Kajati Sulsel saat menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Sulsel di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Selasa (9/6/2026). Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BPL HMI Sulsel, Asdar, bersama jajaran pengurus lainnya.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif itu membahas rencana pelaksanaan LK II HMI Sulsel yang menjadi salah satu agenda strategis organisasi dalam mencetak kader-kader mahasiswa yang memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan yang kuat.

Dalam kesempatan tersebut, Asdar secara langsung mengundang Kajati Sulsel untuk hadir sebagai pemateri utama. HMI Sulsel berharap Dr. Sila Haholongan Pulungan dapat membagikan pengalaman dan perspektif mengenai dinamika penegakan hukum di Indonesia, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, politik, dan perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Menurut Asdar, pemahaman hukum yang komprehensif menjadi kebutuhan penting bagi kader HMI sebagai generasi intelektual dan calon pemimpin bangsa. Melalui materi yang disampaikan Kajati Sulsel, para peserta diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai fungsi hukum sebagai instrumen keadilan, kepastian, dan kemanfaatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA  Perkuat Pelayanan Peradilan, Kajati Sulsel Luncurkan Program “Layanan Saksi Prima”

“Kami berharap kehadiran Kajati Sulsel dapat memberikan perspektif yang lebih mendalam kepada kader HMI mengenai perkembangan penegakan hukum dan tantangan yang dihadapi aparat penegak hukum saat ini,” ujar Asdar.

Ia menambahkan, LK II merupakan jenjang kaderisasi lanjutan yang bertujuan membentuk kader HMI yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga sensitivitas terhadap persoalan sosial dan kebangsaan. Karena itu, materi terkait hukum dinilai sangat relevan untuk memperkuat kualitas kader.

Merespons undangan tersebut, Kajati Sulsel menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh BPL HMI Sulsel. Ia menilai kegiatan kaderisasi mahasiswa merupakan ruang yang sangat penting dalam membentuk karakter kepemimpinan generasi muda.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan bangsa. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai hukum menjadi salah satu fondasi penting yang harus dimiliki oleh setiap kader mahasiswa.

“Pemahaman terhadap hukum itu tidak hanya sebatas mengetahui aturan dalam teks perundang-undangan, tetapi juga harus memahami nilai-nilai keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan hukum dalam kehidupan bermasyarakat,” tegas Dr. Sila Haholongan Pulungan.

Kajati Sulsel menilai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini menuntut lahirnya generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kesadaran hukum yang tinggi. Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa dapat berperan aktif dalam mengawal kehidupan demokrasi sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Jampidmil Kejagung Kunjungi Korps Marinir Sosialisi Tupoksi dalam Penegakan Hukum

Ia juga menegaskan kesiapan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan untuk mendukung berbagai kegiatan edukatif yang bertujuan meningkatkan literasi hukum di kalangan generasi muda.

Menurutnya, kolaborasi antara institusi penegak hukum dan organisasi kemahasiswaan merupakan langkah positif dalam membangun budaya hukum yang kuat di masyarakat. Melalui dialog dan diskusi yang berkelanjutan, pemahaman hukum dapat disebarluaskan secara lebih efektif kepada kalangan mahasiswa.

“Kami menyambut baik ruang-ruang diskusi yang konstruktif seperti ini. Kegiatan kaderisasi mahasiswa merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa karena dari sinilah lahir calon pemimpin yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Sila Pulungan berharap kehadirannya dalam LK II HMI Sulsel nantinya dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan wawasan hukum para peserta. Ia juga berharap para kader HMI mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai keadilan dan integritas.

Sementara itu, BPL HMI Sulsel menyambut positif dukungan yang diberikan Kajati Sulsel. Organisasi tersebut menilai sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi penegak hukum, menjadi bagian penting dalam memperkaya materi kaderisasi dan meningkatkan kualitas sumber daya kader.

BACA JUGA  Imigrasi Indonesia dan Kamboja Perkuat Kerja Sama Cegah Perdagangan Orang

Audiensi antara BPL HMI Sulsel dan Kejati Sulsel tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama yang lebih luas di masa mendatang. Kolaborasi tersebut tidak hanya dalam bentuk partisipasi sebagai narasumber, tetapi juga melalui berbagai program edukasi hukum yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat secara umum.

Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan organisasi kepemudaan, upaya membangun kesadaran hukum di kalangan generasi muda diharapkan semakin kuat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan masyarakat yang taat hukum, berintegritas, dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa. (09/AGF)