Wisata  

Ke Singkawang, Terasa Kurang Jika Belum Datang ke Vihara Ini

Vihara Tri Dharma Bumi Raya Kota Singkawang/ist
Vihara Tri Dharma Bumi Raya Kota Singkawang/ist

Singkawang, SudutPandang.id-Mengunjungi Kota Singkawang Kalimantan Barat, terasa ada yang kurang jika belum datang Vihara Tri Dharma Bumi Raya. Vihara ini seperti sudah menjadi ikon dari kota yang dikenal dijuluki Kota Seribu Kelenteng.

Vihara bersejarah dan tertua di Kota Singkawang ini juga bukan hanya menjadi tempat ibadah umat Tri Dharma, tapi sudah menjadi salah satu objek wisata para wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

IMG-20220125-WA0002

“Vihara Tri Dharma Bumi Raya wajib kami kunjungi saat pulang kampung. Jika sudah berada di sini hati kami terasa damai,” ujar Pengurus Forum Peduli Sosial Bekasi (FPSB)-Kalbar, Benny Gunawan, kepada Sudut Pandang, Kamis (13/2/2020).

Ia menuturkan, bersama rombongan Pengurus FPSB yang dipimpin Jiu Hian Cong juga melakukan prosesi sembahyang dan berdoa agar dilimpahkan kesehatan, rezeki dan senantiasa dalam perlindungan Yang Maha Kuasa.

“Kami juga mengunjungi Vihara Kwan Im Miau di Jalan. GM Situt, Vihara yang paling megah di tengah kota Singkawang. Sering dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” jelasnya.

Vihara Tri Dharma Bumi Raya
Pengurus FPSB saat berada Vihara Kwan Im Miau Singkawang/ist

“Kami sedang pulang kampung sekaligus liburan setelah perayaan Imlek 2571 dan Cap Go Meh yang di Kota Bekasi. Kami juga mendoakan semua pengurus Yayasan Pancaran Tri Dharma Bekasi, umat Klenteng Hok Lay Kiong, FPSB serta para sahabat perantau asal Kalbar semua, senantiasa dalam lindungan Yang Maha Kuasa di tahun tikus logam,” ucap pria kelahiran Singkawang, yang akrab disapa Ko Anam.

Berdasarkan catatan sejarah, Vihara Tri Dharma Bumi Raya berdiri sejak tahun 1878. Kota ini dahulu menjadi tempat persinggahan orang-orang Tionghoa yang ingin menambang emas di Monterado, Kabupaten Bengkayang. Ketika itu, sekeliling kota masih berupa hutan belantara.

Benny Gunawan dan Lim Po Chion
Ketua Panitia Cap Go Meh 2020 Bekasi Benny Gunawan (kanan) dan Wakil Ketua Lim Po Chion (kiri)/ist

Menurut kepercayaan orang Tionghoa, setiap hutan konon memiliki roh penjaga yang melindungi kawasan itu. Vihara untuk peribadatan terhadap Dewa Bumi Raya (Tua Peh Kong) dibangun sebagai pelindungnya.

Setiap Imlek dan Cap Go Meh, berbagai Vihara selalu ramai didatangi ribuan umat Tri Darma. Tidak hanya datang dari daerah di Kalimantan Barat saja, tapi kota-kota besar di Indonesia bahkan dari mancanegara.(vic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.