Daerah  

Korban Longsor di Tasikmalaya Masih Dicari Tim SAR

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor di Desa Sentanamekar Tasikmalaya
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor di Desa Sentanamekar Tasikmalaya/net

Tasikmalaya, SudutPandang.id-Bencara tanah longsor yang terjadi di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, pada Jumat (28/2/2020) lalu, selain menyebabkan satu orang hilang tertimbun juga menyebabkan ratusan warga dari dua desa terisolir.

Pencarian korban hingga saat ini masih belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Tagana dan relawan, terpaksa harus menghentikan pencarian karena hujan terus mengguyur kawasan bencana.

IMG-20220125-WA0002

“Pencarian hari ke tiga ini untuk sementara terpaksa dihentikan karena hujan terus mengguyur. Hal ini mempertimbangkan keselamatan, mengingat kondisi tanah di sekitar masih labil,” ujar Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Iman Wicaksana, Minggu (1/3/2020).

Iman menjelaskan, korban masih belum ditemukan. Namun sudah ada tercium bau mayat di sekitar jembatan.

“Terus diguyur hujan, sehingga pencarian beberapa kali ditunda. Kita mempertimbangkan kondisi tanah di lokasi yang masih rawan longsor,” kata Dandim yang bertindak sebagai Komandan Satgas Penanggulangan Bencana.

Akibat tanah longsor, akses jalan satu-satunya yang dipergunakan warga terputus karena tertutup material longsoran. Ketinggian material longsor setinggi 5 meter dengan panjang 30 meter.

Mereka yang terisolir sebanyak 80 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 250 jiwa merupakan warga kampung Palasari Desa Indrajaya, Kecamatan Sukaratu.(zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.