KSOP Kupang Sigap Tangani Kerangka Kapal yang Tenggelam

Kerangka kapal KM. Shinpo 16 di Pelabuhan Lewoleba/Foto:Dok.Kemenhub

Lembata, Sudut Pandang.id-Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo telah memerintahkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang untuk melakukan koordinasi dan memberikan asistensi kepada Kantor UPP Kelas III Lewoleba dalam penanganan penyingkiran kerangka kapal KM Shinpo 16 yang tenggelam pada (16/12/2019) lalu.

“Musibah tenggelamnya kapal KM. Shinpo 16 di dermaga pelabuhan Lewoleba mengganggu proses embarkasi/debarkasi penumpang terutama bagi kapal-kapal yang dioperasikan oleh PT.Pelni  yang tidak dapat sandar di dermaga Pelabuhan Lewoleba,” kata Kepala Kantor KSOP Kelas III Kupang, Aprianus Hangki, dalam keterangan pers, Rabu (18/12/2019).

IMG-20220125-WA0002

Memasuki masa Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), jelasnya, terdapat beberapa jadwal kunjungan kapal PT. Pelni dengan tujuan Pelabuhan Lewoleba antara lain KM. Umsini, KM. Bukit Siguntang, KM. Sirimau, dan KM. Lambelu.

“Dari aspek keselamatan dan keamanan bagi kapal-kapal milik PT. Pelni yang akan menaikan dan menurunkan penumpang di Pelabuhan Lewoleba, maka proses tersebut harus dilakukan menggunakan Kapal Rede dengan lokasi jarak aman untuk lego jangkar dari sisi dermaga Pelabuhan Lewoleba berjarak ± 1 Mil,” ujarnya.

Untuk itulah, lanjutnya, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut mengirimkan 2 unit Kapal Rede untuk kegiatan bantuan kapal angkutan bandar di pelabuhan Lewoleba.

“Kapal KM. Gandha Nusantara 12 dan kapal KM. Gandha Nusantara 20 direncanakan tiba di Pelabuhan Lewoleba pada hari Sabtu 21 Desember 2019,” ungkapnya.

“Sementara kedua kapal tersebut belum tiba di Pelabuhan Lewoleba maka Tim melakukan langkah-langkah antisipasi dan alternatif dengan mencari beberapa perbantuan kapal angkutan laut untuk dapat dipergunakan sebagai kapal Rede diantaranya adalah pengerahan kapal negara Kenavigasian dari Disnav Kupang,” tambah Hangki.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Lembata dan pihak operator angkutan laut swasta yang beroperasi di Pelabuhan Lewoleba dan mendapatkan bantuan kapal rede.

‘Antara lain yaitu kapal jenis pariwisata milik Pemkab Lembata dengan kapasitas kurang lebih 30 penumpang dan Kapal HSC Lembata Karya milik swasta dengan kapasitas 150 penumpang,” terang Hengki. (bmg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.