PalmCo Tampilkan Proyek Karbon di COP30 Brasil, Tegaskan Transformasi Hijau Industri Sawit Indonesia

Avatar photo
PalmCo Tampilkan Proyek Karbon di COP30 Brasil, Tegaskan Transformasi Hijau Industri Sawit Indonesia
Subholding PTPN IV PalmCo menampilkan tiga proyek karbon unggulan pada Conference of the Parties ke-30 (COP30) UNFCCC di Belém, Brasil.(Foto:Dok.PalmCo)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Subholding PTPN IV PalmCo menegaskan transformasi hijau industri sawit Indonesia dengan menampilkan tiga proyek karbon unggulan pada Conference of the Parties ke-30 (COP30) UNFCCC di Belém, Brasil. Kehadiran PalmCo di Paviliun Indonesia menunjukkan peran strategis sektor sawit dalam agenda dekarbonisasi nasional serta komitmen perusahaan mengembangkan energi terbarukan berbasis limbah sawit.

Siaran pers PTPN IV PalmCo, Senin (17/11/2025) menyebutkan perusahaan membawa tiga proyek karbon yang masuk dalam daftar 40 Proyek Karbon Indonesia. Ketiganya meliputi Biogas Cofiring POME di Lubuk Dalam yang telah meraih sertifikasi Sistem Perdagangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) serta dua proyek yang sedang menuju sertifikasi, yakni PLTBg Pasir Mandoge dan Biogas Cofiring Sei Tapung. Melalui proyek tersebut, limbah cair kelapa sawit (POME) diolah menjadi energi terbarukan yang langsung menekan emisi gas rumah kaca.

Selain menghadirkan proyek karbon, perwakilan PalmCo juga menjadi pembicara daring pada sesi Dialogue Session Carbon Connection for Climate Action, yang mempertemukan pengembang proyek karbon Indonesia dengan calon pembeli internasional.

Dalam pembukaan COP30, Utusan Khusus Presiden RI untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan komitmen Indonesia mencapai target Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat. Ia menyebut Indonesia datang dengan “komitmen memperkuat aksi iklim nasional dan bekerja sama dengan berbagai negara dalam penurunan emisi berbasis sains”.

BACA JUGA  PalmCo Dorong Gen Z Siap Kerja Melalui Magang Terpadu

Hashim juga menyoroti lahirnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2024 tentang Waste to Energy serta Perpres Nomor 110 Tahun 2024 tentang Nilai Ekonomi Karbon sebagai fondasi pembentukan pasar karbon domestik.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan pentingnya keadilan iklim dalam proses transisi energi. “Pembangunan rendah emisi hanya mungkin jika manfaatnya dirasakan semua pihak. COP30 menjadi momentum untuk membuktikan bahwa pembangunan hijau tidak hanya mungkin, tetapi juga menguntungkan,” ujarnya.

PalmCo: Transformasi Sawit Menuju Praktik Lebih Bersih

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa keikutsertaan PalmCo tidak hanya bertujuan memamerkan proyek karbon, tetapi juga menunjukkan transformasi industri sawit menuju praktik yang lebih ramah lingkungan.

“Industri sawit Indonesia kerap menjadi perhatian global. Melalui pemanfaatan limbah menjadi energi terbarukan berbasis circular economy, kami ingin menunjukkan bahwa sawit mampu menjadi bagian dari solusi iklim,” kata Jatmiko.

PalmCo mengelola lebih dari 566.000 hektar perkebunan kelapa sawit serta 71 pabrik kelapa sawit. Dengan skala itu, kontribusi perusahaan dalam penurunan emisi menjadi signifikan. Sertifikasi SPE-GRK untuk proyek Biogas Cofiring POME di Lubuk Dalam menjadi bukti bahwa inovasi dekarbonisasi sektor sawit mulai teruji dan terverifikasi.

BACA JUGA  Menanti Pembuktian Ucapan Ronaldo

CBG Mulai Dibangun, Target Reduksi Emisi 1 Juta Ton CO₂e

Pada COP30, PalmCo juga memaparkan peta jalan dekarbonisasinya. Salah satu proyek strategis yang kini memasuki tahap konstruksi ialah fasilitas Compressed Bio Methane Gas (CBG), yang ditargetkan beroperasi penuh pada kuartal IV 2026. Energi bersih dari fasilitas tersebut akan dipasok ke PT Pertagas Niaga melalui skema jual-beli jangka panjang dengan model Build Own Operate Transfer.

Proyek CBG merupakan bagian dari 47 inisiatif energi terbarukan PalmCo hingga 2030, mencakup perluasan pemanfaatan biogas, cofiring, biomassa, biodiesel, dan pembangunan sejumlah PLTBg baru. Jika seluruh peta jalan terlaksana, PalmCo menargetkan penurunan emisi hingga 1.067.760 ton CO₂e pada 2030, atau turun 54,46 persen dibandingkan skenario business as usual.

Paviliun Indonesia pada COP30 mengusung tema “Accelerating Substantial Actions of Net Zero Achievement through Indonesia High Integrity Carbon”. PalmCo menjadi salah satu perusahaan yang ditampilkan untuk menggambarkan proyek karbon berintegritas tinggi dari sektor perkebunan.

Studi internasional menunjukkan bahwa pengolahan limbah POME menjadi biogas efektif menekan emisi metana sekaligus menyediakan energi bersih bagi masyarakat dan industri. Model pengelolaan limbah ini sejalan dengan best available technology yang diadopsi berbagai negara produsen minyak nabati.

Kehadiran PalmCo dalam COP30 mempertegas posisi sektor sawit Indonesia dalam pasar karbon global bukan sekadar pemasok pangan dan energi, tetapi juga kontributor solusi iklim berbasis inovasi.

BACA JUGA  Kecerdasan AI Deteksi Kejahatan di Stasiun Kereta Kota London

Dari Belém ke Indonesia: Transformasi Sawit Berbasis Dekarbonisasi

Masuknya PalmCo dalam daftar 40 Proyek Karbon Indonesia menandai pergeseran dekarbonisasi sawit dari skala proyek menuju skala industri. Skema pembiayaan karbon internasional dinilai membuka peluang modernisasi perkebunan dan meningkatkan daya saing sawit Indonesia di tengah standar global yang semakin ketat.

“Ini bukan sekadar pencapaian perusahaan, tetapi wujud kontribusi kami bagi posisi Indonesia dalam diplomasi iklim dunia,” ujar Jatmiko.

Dengan langkah yang semakin terukur, COP30 menjadi momentum bagi PTPN IV PalmCo untuk menunjukkan bahwa transformasi hijau di sektor sawit bukan lagi wacana, tetapi proses nyata yang tengah berjalan dan terus diperkuat.(PR/01)