LEBAK-BANTEN, SUDUTPANDANG.ID – Ketua DPC Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Kabupaten Lebak, A. Sutisna, meminta perhatian serius pemerintah terkait kecelakaan lalu lintas yang diduga disebabkan jalan berlubang di wilayahnya. Kecelakaan itu menewaskan seorang pelajar, Friska Novia, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat (6/2/2026).
Sutisna menekankan pentingnya perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Provinsi Banten terhadap kondisi jalan berlubang.
“Jangan sampai ada korban berikutnya. Jalan ini harus segera diperbaiki,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Ia juga mengimbau orang tua untuk mengantar anak ke sekolah, khususnya bagi pelajar yang belum cukup matang secara fisik dan mental untuk berkendara sendiri.
Sementara itu, Kanit Gakkum Laka Lantas Polres Lebak Polda Banten, Ipda Aris Setiawan, yang turun langsung ke lokasi kejadian, menjelaskan kronologi. Kecelakaan terjadi di Jalan Citeras menuju Jakarta, Jumat (6/2/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
“Korban menyalip kendaraan tronton. Setibanya di tengah jalan terdapat lubang, motor korban terjatuh ke kiri dan masuk ke kolong kendaraan tronton tersebut,” ujarnya.
Kendaraan korban adalah sepeda motor Honda Beat CB warna biru lumut dengan nomor polisi A 2500 OT. Kendaraan tronton yang diduga terlibat, sesuai STNK, adalah Mitsubishi Fuso FM 517 HRDK bernopol A 9796 SM, dikemudikan SP, warga Kampung Kanaga Jati, Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.(01)










