Pemerintah Kelurahan Bujel Fasilitasi Kopdar Layang-Layang dan Miniatur Sound, Jadi Wadah Silaturahmi Komunitas

Lurah Bujel, I Wayan Yudiana (kiri) saat bersama peserta layang-layang dari Nganjuk. (Foto: Chandra Nurcahyo)

KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kelurahan Bujel memfasilitasi penyelenggaraan Kopdar Layang-Layang dan Miniatur Sound yang digagas Karang Taruna Kelurahan Bujel di Lapangan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri itu berlangsung meriah sejak siang hingga malam hari.

Lurah Bujel, I Wayan Yudiana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kelurahan terhadap kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kegiatan ini kami fasilitasi sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri. Kami ingin memberikan ruang bagi komunitas layang-layang dan miniatur sound untuk berkumpul, berkreasi, sekaligus mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Ia menyebut penyelenggaraan tahun ketiga ini mendapat sambutan yang semakin besar. Sebanyak 28 komunitas layang-layang dan 30 komunitas miniatur sound hadir dalam kegiatan tersebut, tidak hanya dari Kota Kediri, tetapi juga dari Kertosono, Nganjuk, Blitar, Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, hingga Madura.

BACA JUGA  Koramil Lumbang Berikan Rasa Aman dan Nyaman bagi Pengunjung Wisata Air Terjun Madakaripura

“Alhamdulillah antusiasmenya terus meningkat. Tahun ini peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, bahkan sudah ada komunitas dari Madura. Ini menunjukkan bahwa kegiatan di Bujel mulai dikenal oleh komunitas-komunitas luar daerah,” katanya.

Menurut I Wayan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang menyalurkan hobi, tetapi juga mendukung promosi Kota Kediri melalui aktivitas komunitas yang positif.

“Kami ingin ikut menyukseskan visi Kota Kediri Ngangeni. Melalui kopdar ini, peserta yang datang dapat mengenal Kota Kediri lebih dekat, sehingga kegiatan komunitas juga bisa menjadi sarana promosi daerah,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan memperoleh dukungan lebih luas dari pemerintah daerah sehingga memiliki dampak yang lebih besar bagi masyarakat Kota Kediri.

BACA JUGA  Monyet Masuk Kafe, Warga Pademangan Barat Heboh

“Harapan kami, ke depan kopdar ini bisa ditingkatkan menjadi ajang perlombaan berskala nasional. Kalau dukungan dari berbagai OPD semakin besar, kami optimistis kegiatan ini mampu mendatangkan lebih banyak peserta, wisatawan, dan memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

I Wayan menambahkan, hingga saat ini Kelurahan Bujel masih menjadi satu-satunya kelurahan di Kota Kediri yang secara rutin menyelenggarakan kopdar layang-layang dan miniatur sound.

“Kami akan terus berkomitmen mendukung kegiatan ini agar menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan menjadi kebanggaan Kota Kediri,” pungkasnya.

Menariknya, antusiasme peserta tidak hanya datang dari Kota Kediri. Salah satu peserta asal Nganjuk, Aris, mengaku sengaja datang bersama putranya untuk mengikuti Kopdar Layang-Layang dan Miniatur Sound di Lapangan Bujel.

BACA JUGA  AMPPD Gelar Aksi Spontanitas di depan Polres Pasuruan

Bagi Aris, kegiatan tersebut bukan sekadar menjadi ajang memamerkan koleksi layang-layang, melainkan juga kesempatan untuk mempererat hubungan antarkomunitas.

“Yang paling utama kami datang ke sini untuk mencari seduluran, menambah banyak saudara, dan bertemu teman-teman komunitas dari berbagai daerah,” ujar Aris. (CN)