KONI Luncurkan Buku Sports Intelligence

KONI Pusat resmi meluncurkan buku Sports Intelligence di UNESA sebagai panduan strategis pemanfaatan data, teknologi, dan kecerdasan olahraga untuk meningkatkan prestasi Indonesia menuju Indonesia Emas. (Foto: ist/SP)

SURABAYA, SUDUTPANDANG.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat resmi meluncurkan buku Sports Intelligence sebagai panduan strategis untuk memperkuat pembinaan olahraga nasional berbasis data, teknologi, dan analisis informasi.

Peluncuran buku tersebut berlangsung dalam kegiatan bedah buku yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Selasa (7/7/2026).

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn. Marciano Norman, hadir sebagai keynote speaker sekaligus menjelaskan pentingnya konsep Sports Intelligence dalam meningkatkan daya saing olahraga Indonesia di level internasional.

Menurut Marciano, perkembangan olahraga dunia tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan fisik atlet atau kualitas teknik semata.

Persaingan modern juga ditentukan oleh kemampuan mengelola informasi, data, serta strategi berbasis teknologi.

“Buku ini bukan sekadar literatur akademik, tetapi menjadi panduan strategis yang sangat dibutuhkan untuk masa depan olahraga prestasi Indonesia,” ujar Marciano.

Ia menjelaskan, gagasan penyusunan buku tersebut telah dimulai sejak dirinya menjabat Ketua Umum KONI Pusat pada 2019. Saat itu, ia melihat pentingnya sistem intelijen dalam mendukung proses pembinaan atlet nasional.

Marciano mengungkapkan bahwa konsep tersebut lahir dari pengalamannya ketika masih aktif di dunia intelijen negara.

Menurutnya, pendekatan intelijen yang mengandalkan pengumpulan informasi, analisis, dan pengambilan keputusan sangat relevan diterapkan dalam dunia olahraga.

“Saya selalu mengatakan kepada rekan-rekan media bahwa mereka merupakan bagian dari Sports Intelligence karena memiliki jaringan informasi yang sangat luas. Dari sana muncul gagasan menggabungkan konsep intelijen dengan olahraga,” katanya.

BACA JUGA  KONI: PON 2028 Utamakan APBD Daerah
KONI Pusat resmi meluncurkan buku Sports Intelligence di UNESA sebagai panduan strategis pemanfaatan data, teknologi, dan kecerdasan olahraga untuk meningkatkan prestasi Indonesia menuju Indonesia Emas. (Foto: ist/SP)

Berangkat dari pemikiran tersebut, KONI Pusat kemudian membentuk bidang Sports Intelligence sekaligus menyusun buku sebagai referensi resmi bagi insan olahraga Indonesia.

Marciano menegaskan bahwa olahraga modern kini memasuki era baru yang menempatkan data sebagai salah satu faktor penentu kemenangan.

Menurut dia, penggunaan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Big Data, video analisis, statistik pertandingan, hingga pemetaan karakter lawan sudah menjadi kebutuhan utama dalam pembinaan atlet elite dunia.

“Olahraga saat ini adalah pertarungan strategi dan data. Sports Intelligence menjadi penghubung antara sports science dengan inovasi teknologi masa depan,” ujarnya.

KONI Pusat resmi meluncurkan buku Sports Intelligence di UNESA sebagai panduan strategis pemanfaatan data, teknologi, dan kecerdasan olahraga untuk meningkatkan prestasi Indonesia menuju Indonesia Emas. (Foto: ist/SP)

Ia berharap seluruh induk cabang olahraga, KONI daerah, akademisi, hingga pemerintah dapat menerapkan konsep tersebut secara bertahap dalam sistem pembinaan nasional.

Peluncuran buku Sports Intelligence juga menjadi momentum penguatan kerja sama antara KONI Pusat dan UNESA melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan meningkatkan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan ilmu keolahragaan.

Dalam kesempatan itu, Rektor UNESA sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI), Prof. Dr. Nurhasan, yang diwakili Wakil Rektor IV Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, menyampaikan apresiasi atas peluncuran buku tersebut.

BACA JUGA  Plt Bupati Sidoarjo Tinjau Jembatan Kedungpeluk Yang Ambrol

Menurutnya, Sports Intelligence hadir pada momentum yang tepat ketika olahraga nasional membutuhkan pendekatan baru dalam meningkatkan prestasi internasional.

“Semoga buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, pengambil kebijakan, pelatih, dan seluruh insan olahraga Indonesia,” katanya.

Buku Sports Intelligence disusun oleh empat penulis yang berasal dari berbagai latar belakang profesional, yakni Eman Sungkowo, Syarif Hidayat, Jerry Indrawan, serta Irandito Abdul Hakim Malik.

Ketua tim penulis sekaligus Kepala Bidang Sports Intelligence KONI Pusat, Eman Sungkowo, menjelaskan bahwa buku tersebut terdiri atas 12 bab dengan ketebalan lebih dari 500 halaman.

Menurut Eman, Sports Intelligence merupakan sistem pengumpulan, pengolahan, dan analisis informasi yang dapat membantu pelatih maupun atlet memahami kekuatan, kelemahan, hingga pola permainan lawan secara lebih akurat.

“Intelijen olahraga memungkinkan setiap keputusan dibuat berdasarkan data yang valid sehingga strategi pertandingan menjadi lebih efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Syarif Hidayat menegaskan bahwa data yang dikumpulkan harus benar-benar dimanfaatkan dalam proses pengambilan kebijakan olahraga.

“Sports Intelligence tidak akan berguna jika hanya menjadi kumpulan data. Informasi tersebut harus diterapkan dalam kebijakan pembinaan secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.

Sedangkan Jerry Indrawan menyoroti pentingnya membangun satu pusat data olahraga nasional yang dapat dimanfaatkan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga, KONI, induk cabang olahraga, hingga perguruan tinggi harus saling terhubung dalam satu ekosistem data sehingga pembinaan atlet dapat dilakukan secara lebih terukur.

BACA JUGA  Ciptakan Kemanan, Polres Pasuruan Gelar Patroli Asmara Fajar

“KONI menjadi tulang punggung implementasi Sports Intelligence melalui sinergi pusat dan daerah, sementara cabang olahraga menjadi ujung tombak pelaksanaannya,” jelas Jerry.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta mengikuti pembacaan Deklarasi Sports Intelligence Indonesia yang dipimpin Prof. Dr. Nurhasan.

Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama untuk mendorong pemanfaatan data, teknologi, dan analisis informasi dalam pembinaan olahraga nasional.

Setelah acara berakhir, para mahasiswa yang hadir tampak antusias meminta tanda tangan Marciano Norman pada buku Sports Intelligence yang dibagikan kepada peserta.

Marciano berharap generasi muda mampu memanfaatkan buku tersebut sebagai referensi dalam mengembangkan ilmu keolahragaan sekaligus berkontribusi bagi peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

“Kami berharap Sports Intelligence menjadi fondasi baru dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang modern sehingga target Indonesia Emas dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dapat terwujud,” pungkasnya. (09/AGF).