Dukung Daur Ulang Sampah, Pemkot Jogja Siapkan Cara Ini

Dok.Fotografer

YOGYAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Seiring bertambahnya jumlah penduduk, persoalan sampah jadi masalah besar bagi warga Kota Yogyakarta. Apalagi daya tampung TPA Piyungan semakin terbatas. Beberapa kali Kota Jogja mengalami “kiamat sampah” di mana sampah-sampah dibiarkan begitu saja di penampungan-penampungan sementara di pinggir jalan. Hal ini membuat daur ulang sampah begitu penting dilakukan. Nantinya, daur ulang sampah itu akan dilakukan di bank-bank sampah yang tersebar di penjuru kota.

“Salah satu permasalahan yang dihadapi bank sampah adalah saat akan memasarkan hasil atau produk daur ulang sampah. Makanya dibutuhkan sarana pemasaran yang lebih efektif,” kata Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, dikutip dari kantor berita Antara pada Kamis (25/8/2022).

BACA JUGA  Meski Berstatus Waspada, Dataran Tinggi Dieng Aman Dikunjungi Wisatawan

Padahal selama ini bank-bank sampah di Kota Yogyakarta sudah memproduksi beraneka macam produk daur ulang sampah. Sayangnya mereka kesulitan memasarkan produk-produk tersebut. Oleh karena itu, Pemkot Jogja menyiapkan platform digital untuk membantu memasarkan produk daur ulang tersebut tersebut. Berikut selengkapnya:

Pemuktahiran Data Bank Sampah

Selain menyiapkan platform digital pemasaran produk daur ulang sampah, Pemkot Jogja juga melakukan pemutakhiran data bank sampah untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah. Menurut Aman, pendataan harus dilakukan secara terorganisir menggunakan formulir data yang standar sehingga input data yang masuk sama dari seluruh bank sampah.

Ia mencatat, di Kota Yogyakarta sendiri sudah ada 565 bank sampah. Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan pemutakhiran data bank sampah agar bisa merancang kebijakan pengelolaan sampah yang tepat.

BACA JUGA  Ganjar Tancap Gas Turunkan Angka Stunting di Jateng

“Peningkatan keanggotaan juga penting dilakukan supaya ada lebih banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah serta meningkatkan pengelolaan sampah organik karena selama ini masih fokus pada sampah anorganik,” kata Aman.

Beri Pendampingan

Selain itu, pemerintah kota juga menyiapkan klinik bank sampah untuk memberikan pendampingan bagi bank sampah yang sulit berkembang. Apalagi, beberapa institusi memiliki kepedulian pada pengelolaan sampah. Salah satunya BPD DIY. Kerja sama dengan institusi tersebut merupakan salah satu langkah alternatif dalam mengelola sampah.

“Bisa saja nantinya akan ada model pembayaran pajak atau retribusi dengan sampah. Model-model kerja sama ini yang sedang dirumuskan,” kata Aman.
Sebelumnya Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan bahwa bank membuka peluang kerja sama dalam penanganan sampah. Dalam hal ini, program yang bisa dilakukan adalah pemanfaatan sampah untuk membayar pajak kendaraan.(red)

BACA JUGA  Densus 88 Geledah Rumah Mertua Terduga Teroris di Sukoharjo

 

Tinggalkan Balasan