Prabowo: Politik Luar Negeri Indonesia Berpijak pada Perdamaian

Avatar photo
Prabowo: Politik Luar Negeri Indonesia Berpijak pada Perdamaian
Presiden Prabowo Subianto saat pidato dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (Foto: Dok.Setpres)

SUDUTPANDANG.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk menjalankan politik luar negeri yang berlandaskan perdamaian, persahabatan, dan kerja sama internasional. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (23/1/2026) waktu setempat.

Prabowo menyampaikan pandangan itu di tengah situasi global yang diwarnai ketidakpastian akibat konflik bersenjata berkepanjangan serta menurunnya kepercayaan antarnegara. Menurut dia, kondisi tersebut menuntut sikap tegas yang tetap mengedepankan keseimbangan dan dialog.

“Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa perdamaian dan stabilitas merupakan aset paling berharga. Keduanya menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Presiden menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia secara konsisten mengutamakan persatuan dan kolaborasi. Prinsip tersebut dinilai penting karena stabilitas nasional dan kepercayaan internasional hanya dapat terjaga melalui pendekatan yang damai dan inklusif.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Bahas Kolaborasi Pendidikan dengan Universitas Inggris

Prabowo menjelaskan, dalam menjalin hubungan dengan negara lain, Indonesia secara konsisten memilih persahabatan dan kerja sama dibandingkan konfrontasi.

Ia menekankan bahwa stabilitas dan perdamaian yang terjaga di Indonesia bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari pilihan strategis yang diambil secara sadar dan berkelanjutan.

Menurut Prabowo, sikap tersebut telah membangun kredibilitas Indonesia di mata dunia. Dampaknya, Indonesia dipercaya sebagai mitra yang mampu menjembatani dialog di tengah perbedaan kepentingan global. Sebaliknya, hilangnya kepercayaan internasional akan membawa dampak besar dan sulit untuk dipulihkan.

Presiden juga menegaskan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, dengan komitmen untuk menjadi sahabat bagi semua negara tanpa memusuhi pihak mana pun.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Janji Perbaiki Kualitas Hidup Hakim Indonesia

Forum WEF Davos, kata Prabowo, menjadi ruang strategis karena mempertemukan para pemimpin negara, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan global.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengundang para pemimpin dunia untuk melanjutkan dialog dan memperkuat kerja sama dalam Ocean Impact Summit yang akan diselenggarakan di Bali pada Juni mendatang.

Melalui berbagai forum internasional, Prabowo berharap Indonesia dapat terus berperan aktif dalam mendorong terciptanya tatanan dunia yang damai, adil, dan sejahtera.(PR/01)