Trump Ancam China jika Pasok Senjata ke Iran di Tengah Perundingan

Avatar photo
Trump Ancam China jika Pasok Senjata ke Iran di Tengah Perundingan
Ilustrasi

SUDUTPANDANG.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam China akan menghadapi konsekuensi serius jika terbukti memasok senjata kepada Iran, di tengah berlangsungnya perundingan antara Washington dan Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump merespons laporan intelijen yang menyebut adanya potensi pengiriman persenjataan dari China ke Iran.

“Jika China melakukan itu, China akan menghadapi masalah besar,” kata Trump dilansir dari Asian News International, Ahad (12/4/2026)

Selain memperingatkan China, Trump kembali menegaskan klaim bahwa Amerika Serikat berada dalam posisi unggul dalam konflik dengan Iran.

Ia menyebut kemampuan militer Iran telah melemah setelah serangkaian operasi militer.

Namun, klaim tersebut tidak disertai rincian resmi dan belum dapat diverifikasi secara independen.

BACA JUGA  Pastikan BBM Sesuai Standar, Polres Lamongan Sidak SPBU

Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih berlangsung bersamaan dengan upaya diplomasi.

Amerika Serikat dan Iran saat ini tengah menjalani perundingan langsung yang difasilitasi oleh Pakistan di Islamabad.

Delegasi Amerika Serikat dipimpin Wakil Presiden JD Vance, sementara Iran diwakili pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Perundingan ini berlangsung setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata sementara di tengah konflik yang sebelumnya berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan energi global.

Meski proses negosiasi masih berjalan, Trump menilai hasil akhir tidak akan mengubah posisi Amerika Serikat.

Ia menegaskan bahwa Washington tetap berada pada posisi yang menguntungkan, terlepas dari tercapai atau tidaknya kesepakatan.

BACA JUGA  Hentikan Provokasi Militer Tiongkok Terhadap Taiwan

China Bantah

Sementara itu, pemerintah China membantah tudingan terkait rencana pengiriman senjata ke Iran dan menegaskan komitmennya untuk tidak terlibat dalam konflik bersenjata.

Hingga kini, perkembangan situasi masih terus dipantau oleh komunitas internasional mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas global, terutama di sektor energi dan keamanan kawasan.(red/01)

Sumber: Asian News International