JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran untuk pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos dari India dinilai dapat dipenuhi melalui pagu anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Menurut Purbaya, anggaran sektor pertahanan saat ini cukup besar untuk mendukung realisasi pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut.
“Anggaran pertahanan cukup. Saya pikir mereka akan mengalihkan dari situ untuk belanjanya. Nanti saya tanyakan Kementerian Pertahanan. Tapi anggaran Kementerian Pertahanan cukup besar. Harusnya cukup,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Pernyataan itu disampaikan menyusul kesepakatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan India yang dicapai dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara menyepakati 16 dokumen kerja sama di berbagai sektor strategis.
Salah satu kesepakatan mencakup rencana pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos oleh Kementerian Pertahanan.
Selain bidang pertahanan, Indonesia dan India juga menyepakati kerja sama di sektor antariksa, maritim, kesehatan, pertanian, hingga kemitraan strategis antara Steel Authority of India dan PT Krakatau Steel.
Presiden Prabowo menyatakan optimistis seluruh kesepakatan yang telah dicapai dapat segera ditindaklanjuti sehingga memberikan manfaat bagi kedua negara.
“Kami yakin kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” kata Prabowo dalam keterangan pers bersama PM Narendra Modi.
Sementara itu, Pemerintah India menyebut kerja sama pengembangan dan pengadaan rudal BrahMos menjadi salah satu babak baru dalam hubungan pertahanan kedua negara.
Sekretaris (Timur) Kementerian Luar Negeri India, Rudrendra Tandon, mengatakan, kolaborasi di bidang rudal BrahMos dan rudal udara-ke-udara bertujuan meningkatkan kemandirian sekaligus memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia dan India melalui pengembangan sistem yang dikuasai masing-masing negara.
“BrahMos dan rudal udara-ke-udara merupakan area baru dalam kolaborasi kita. Manfaatnya sudah jelas, yaitu kita menjadi mandiri dan mengembangkan kapabilitas kita sendiri berdasarkan sistem yang kita miliki dan kuasai,” ujar Tandon.
Sebagai informasi, dilansir dari laman resmi BrahMos Aerospace, rudal tersebut dikembangkan melalui kemitraan strategis antara India dan Rusia.
Nama ‘BrahMos’ diambil dari gabungan dua sungai, yakni Sungai Brahmaputra di India dan Sungai Moskva di Rusia.
Rudal ini dianggap sebagai salah satu sistem pertahanan dengan teknologi tertinggi di dunia. Rudal ini bisa menyerang dengan kecepatan tinggi dan tingkat akurasi yang tinggi.(red)










