Berita  

Kemenhub dan Pemkab Madina Kerjasama Pembangunan Bandara Bukit Malintang

Bupati Madina
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti menerima cinderamata dari Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis/dok.Kemenhub

Jakarta,SudutPandang.id-Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan penandatangan kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara terkait pembangunan Bandar Udara Bukit Malintang.

Penandatangan kesepakatan bersama dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti dengan Bupati Mandina, Dahlan Hasan Nasution yang disaksikan Ketua DPRD Mandina, Erwin Efendi Lubis dan pejabat di lingkungan Ditjen Hubud di Gedung Karsa, Kemenhub, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

IMG-20220125-WA0002

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menyampaikan, dengan penandatanganan kerja sama tersebut, diharapkan dapat segera dibangun bandar udara sebagai moda transportasi yang memberikan pelayanan masyarakat dari dan ke Madina. Sehingga dapat mendukung kegiatan perekonomian, perdagangan dan peningkatan potensi wisata khususnya di Kabupaten Madina.

“Kami menyabut baik kesepakatan bersama ini, kami juga berharap, pembangunan dan pengembangan Bandar Udara Bukit Malintang di Kabupaten Mandailing Natal, nantinya dapat menjadi titik tolak peningkatan pertumbuhan perekonomian di daerah setempat dengan meningkatnya jumlah penumpang dan kargo sesuai dengan standar keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujar Polana.

Dirhubud
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti/dok.Kemenhub

Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution berharap pembangunan bandara di wilayahnya dapat terwujud mengingat jarak tempuh dari dan ke Madina melalui moda transportasi darat cukup jauh. Seperti jarak tempuh dari Madina ke Padang memakan waktu 7 jam, sementara Madina ke Medan memakan waktu 11 hingga 12 Jam.

“Kami menaruh harapan besar, bandara ini dapat terwujud mengingkat jauhnya jarak tempuh dari dan ke Madina. Dalam pembangunan bandara kami menghibahkan lahan kurang lebih 106 hektar dan akan disusul 20 hektar dari hibah Pemprov Sumatera Utara. Dengan luasnya lahan, kami menargetkan panjang runway bisa mencapai 1.600 meter,” ungkap Dahlan.

Ia mengemukakan, kehadiran bandara nantinya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian serta membuka potensi-potensi besar yang dimiliki seperti berbagai macam tanaman pertanian tumbuh dengan subur di daerahnya.

“Salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madina adalah perkebunan. Tanaman perkebunan yang paling dominan di daerah ini adalah kelapa sawit, tanaman karet serta kakao. Selain komoditi perkebunan tesebut, Kabupaten Madina juga memiliki potensi dalam pengembangan tanaman kopi, kulit manis, kelapa, kemiri, aren dan cengkeh,” pungkasnya.(bmg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.