JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat hubungan kerja sama yudisial internasional melalui kehadiran pada agenda Pembukaan Tahun Perundangan (Opening Legal Year) Malaysia 2026.
Partisipasi ini sekaligus menegaskan eratnya hubungan bilateral peradilan antara Indonesia dan Malaysia sebagai negara serumpun.
Delegasi Mahkamah Agung RI dipimpin oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial, Yang Mulia Dr. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum., dalam acara yang digelar pada Senin, 12 Januari 2026, bertempat di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur.
Kehadiran delegasi Indonesia pada forum tahunan Mahkamah Persekutuan Malaysia tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kelembagaan dan fungsi yudisial di masing-masing negara.
Melalui forum ini, Mahkamah Agung RI dan Mahkamah Persekutuan Malaysia kembali menegaskan keseriusan dalam membangun kerja sama peradilan yang adaptif terhadap dinamika dan tantangan hukum global.
Hubungan yudisial yang terjalin erat ini diharapkan mampu memperkuat peran lembaga peradilan dalam menjaga supremasi hukum dan keadilan di kawasan.
Dalam rangkaian acara pembukaan, Ketua Hakim Negara Malaysia, Yang Amat Arif Datuk Seri Wan Ahmad Farid Wan Salleh, memaparkan berbagai program strategis Mahkamah Persekutuan Malaysia dalam menghadapi isu-isu hukum global.
Ia juga menyoroti kebijakan kenaikan gaji hakim di Malaysia hingga 30 persen sebagai bentuk komitmen negara dalam memperkuat lembaga peradilan yang independen, profesional, dan berkeadilan, serta mendorong para hakim di semua tingkatan untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan keadilan bagi masyarakat.
Usai mengikuti Opening Legal Year Malaysia 2026, delegasi Mahkamah Agung RI melanjutkan agenda kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.
Delegasi tersebut turut diisi oleh Ketua Muda Pembinaan Mahkamah Agung RI Yang Mulia Syamsul Maarif, S.H., LL.M., Ph.D., Hakim Yustisial Mahkamah Agung RI Mario Parakas, S.H., M.H., serta Sri Udayana Sukmawan selaku ADC Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial.
Rombongan delegasi disambut oleh Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur, Danang Waskito, bersama sejumlah atase dan sekretaris. Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis terkait kepentingan warga negara Indonesia di Malaysia dibahas, khususnya mengenai akses terhadap keadilan (access to justice) bagi WNI.
Kunjungan delegasi Mahkamah Agung RI ke KBRI Kuala Lumpur kemudian ditutup dengan sesi foto bersama di halaman KBRI, menandai penguatan koordinasi antara lembaga peradilan dan perwakilan diplomatik dalam mendukung perlindungan hukum bagi WNI di luar negeri.(PR/04)









