MER-C Minta Inggris Berpikir Ulang Soal Pemindahan Kedubes ke Yerusalem

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Murad Abdul
Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad (Foto: istimewa)

“Sebaiknya Inggris jangan menambah kerumitan masalah dengan melakukan hal yang pasti akan ditentang oleh masyarakat Internasional.”

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Presidium lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian, Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C, Sarbini Abdul Murad, angkat bicara merespon rencana Perdana Menteri Inggris terpilih, Liz Truss, yang akan memindahkan Kedutaan Besar Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem.

IMG-20220125-WA0002

“Kami (MER-C) meminta PM Liz Truss untuk berpikir ulang dan urungkan rencana memindahkan Kedubes Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem,” ujar Sarbini, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (14/10/2022).

Sarbini mengatakan, rencana Inggris tersebut bisa merusak kesepakatan solusi adil dan terhormat terhadap konflik Palestina dan Israel.

“Sebaiknya Inggris jangan menambah kerumitan masalah dengan melakukan hal yang pasti akan ditentang oleh masyarakat Internasional,” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa dipastikan langkah Inggris itu adalah rencana ilegal, yang akan menggagalkan dan memburamkan apa yang selama ini sudah disepakati masyarakat internasional, yaitu dengan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Pihaknya meminta kepada pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri RI agar dapat melakukan pendekatan dan diplomasi dengan Inggris.

“Kami meminta kepada pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemlu RI bisa melakukan pendekatan dan diplomasi dengan Inggris agar rencana ini tidak diwujudkan,” harap Sarbini.

Bahkan menurutnya, Indonesia bisa menggalang kekuatan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

“Indonesia bisa menginisiasi untuk menggalang kekuatan OKI untuk bersama-sama berjuang agar rencana ilegal ini bisa digagalkan,” ujarnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *