Sarung Tinju Muhammad Ali yang Dicuri Berhasil Ditemukan

Muhammad Ali
Petinju legendaris Muhammad Ali/filfan.com

Jakarta, SudutPandng.id-Akhir pekan lalu Kepolisian Kota Cairns, Australia, berhasil menemukan sarung tinju milik petinju legendaris Muhammad Ali yang dilaporkan hilang dicuri. Di kemudian hari, diketahui pelakunya adalah seorang anak baru gede (ABG) berumur 14 tahun.

Seperti dikutip dari Brisbane Times, Sarung tinju tersebut merupakan milik seorang warga asal Mackay, Utara Queensland, 700 km dari Cairns. Dia melaporkan telah kehilangan sarung tinju yang telah ditandantangani Ali.

IMG-20220125-WA0002

Benda bernilai 8 ribu dolar Australia (sekitar Rp 75,8 juta) tersebut dicuri pelaku dengan cara menghancurkan kotak kaca yang melindungi sarung tinju tersebut.

Penemuan oleh seorang Polisi Senior Cairns Andrew Green tersebut terbilang tidak disengaja. Saat itu Green tengah menggeledah sebuah rumah di Cairns untuk menyelidiki kasus pencurian lainnya yang diduga dilakukan anak remaja itu.

“Saya sedang mencari pelaku dan pergi ke sebuah rumah mencari bocah tersebut. Saya perhatikan ada satu sarung tangan di rak di kamarnya,” kata Green.

“Saya ingat pernah membaca laporan bahwa ada sarung tangan mahal yang hilang dari daerah Mackay dan mungkin ada di Cairns,” sambung Green.

Selanjutnya Green mengambil sarung tinju yang memiliki tanda tangan Muhammad Ali dan membawanya ke kantor polisi. Setelah itu Green menghubungi pemilik sarung tinju.

Terduga pelaku pencurian itu tidak ada di rumah saat Green menyambangi rumahnya. Namun tidak lama kemudian bocah tersebut berhasil diamankan pihak kepolisian.

Muhammad Ali lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay di Louisville, Kentucky, pada 17 Januari 1942. Dia adalah anak seorang pelukis reklame. Diberi nama berdasarkan nama seorang pejuang penghapusan perbudakan yang terkenal pada abad ke-19.

Ali memulai debutnya pada tahun 1954 dalam sebuah pertandingan amatir. Selama lima tahun, karier amatirnya berkembang dan dia menang di berbagai kejuaraan Golden Gloves Tournament of Champions pada 1959.

Ia menggantung sarung tinju di usia 40 tahun setelah kalah angka saat bertanding melawan petinju Kanada Trevor Berbick pada Desember 1981.

Setelah pensiun, Ali didiagnosa menderita Parkinson. Meski demikian, petinju legendaries dunia ini terus bepergian untuk memenuhi berbagai undangan di sejumlah negara.

Sepanjang 21 tahun kariernya, Muhammad Ali menorehkan 56 kemenangan dengan 35 KO dan lima kali kalah. Salah satu pertandingannya pernah berlangsung di Jakarta. Ketika itu, Ali mengalahkan juara Belanda, Rudie Lubers, pada tahun 1973.(gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.