JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Petenis muda Indonesia, Komang Bagus Wahyu Purustama, mencuri perhatian pada ajang DETEC International Junior Championship 2026 setelah berhasil menyingkirkan unggulan keenam asal Singapura, Ethan Matthew Koh, pada babak perdelapan final. Kemenangan tersebut mengantarkan Komang ke perempat final sekaligus menyamai pencapaian terbaiknya di sirkuit junior International Tennis Federation (ITF).
Bertanding di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (3/6/2026), Komang tampil impresif dan mengakhiri perlawanan Ethan Matthew Koh dengan skor meyakinkan 6-1, 6-4. Hasil itu menjadi salah satu kejutan terbesar pada turnamen bertajuk resmi ITF J30 Sukoharjo yang diikuti sejumlah petenis muda berbakat dari berbagai negara.
Komang yang baru berusia 14 tahun menunjukkan permainan matang saat menghadapi lawan yang lebih senior. Ethan diketahui berusia 18 tahun dan datang sebagai salah satu unggulan dalam turnamen tersebut. Meski menghadapi perbedaan usia dan pengalaman yang cukup jauh, petenis binaan Kentoeng Tennis Academy itu mampu mengendalikan pertandingan sejak awal.
Pada set pertama, Komang tampil dominan dengan permainan agresif yang membuat lawannya kesulitan mengembangkan strategi. Ia menutup set pembuka dengan kemenangan telak 6-1.
Memasuki set kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat. Komang sempat unggul jauh 5-2, namun kehilangan fokus sehingga Ethan berhasil memperkecil ketertinggalan. Meski demikian, petenis muda asal Bali tersebut mampu menjaga ketenangan dan menuntaskan pertandingan dengan skor 6-4.
“Bangga banget bisa menang lawan pemain yang jauh lebih senior. Dia bermain bagus, namun aku bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. Cuma set kedua aku sempat lengah. Set-nya jadi ramai walaupun sudah leading 5-2 dulu,” ujar Komang usai pertandingan.
Keberhasilan melangkah ke delapan besar membuat Komang kembali menyamai pencapaian terbaiknya di level ITF Junior. Namun, langkah berikutnya dipastikan tidak mudah karena ia akan menghadapi unggulan keempat sekaligus juara seri pertama turnamen, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong.
Rafa memastikan tiket perempat final setelah mengalahkan Reavan Rio Suryana dalam dua set langsung dengan skor 6-2, 6-2. Pertemuan antara Rafa dan Komang diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik pada babak perempat final.
Bagi Komang, duel tersebut bukan sekadar perebutan tiket semifinal. Pertandingan itu juga menjadi kesempatan untuk membalas kekalahan yang pernah dialaminya saat menghadapi Rafa pada turnamen ITF J30 Jakarta tahun lalu.
Dalam pertemuan sebelumnya, Komang sempat memenangkan set pertama dengan skor 6-0. Namun, Rafa berhasil bangkit dan membalikkan keadaan melalui pertandingan tiga set dengan skor akhir 0-6, 6-1, 6-2.
“Aku mau revans dan lolos ke semifinal ITF untuk pertama kalinya di rumah sendiri,” kata Komang yang mengidolakan petenis nomor satu dunia asal Italia, Jannik Sinner.
Jika mampu melewati Rafa, Komang berpeluang menghadapi lawan yang lebih berat di babak semifinal. Pemenang laga tersebut akan bertemu pemenang pertandingan antara unggulan pertama Alfaradu Sumirat dan Rafael Enrico Pribadi.
Sementara itu, persaingan di sektor tunggal putra juga berlangsung ketat. Pada bagian bawah bagan pertandingan, unggulan ketiga Joachim Mika Gunawan akan menghadapi Muchamad Azka Azzam. Sedangkan unggulan kedua asal Amerika Serikat, Brian Duan, akan berhadapan dengan unggulan kedelapan Rangga Kresna Rafansyah.
Tidak hanya sektor putra yang menyajikan persaingan menarik, pertandingan tunggal putri juga berlangsung kompetitif. Berbeda dengan sektor putra yang menghadirkan sejumlah kejutan, tujuh unggulan teratas di nomor tunggal putri berhasil melaju ke babak perempat final.
Keberhasilan para unggulan menjaga performa membuat persaingan menuju semifinal semakin menarik. Empat petenis putri Indonesia masih bertahan dan akan menghadapi lawan-lawan tangguh dari luar negeri.
Unggulan ketujuh Quirina Trea dijadwalkan menghadapi unggulan pertama asal Taiwan, Ke-Chieh Hsu. Sementara unggulan keempat Indonesia, Lulwa Naswardhani, akan berhadapan dengan wakil Hong Kong, Lena Lin.
Laga lainnya mempertemukan unggulan kelima Callista Rosiana dengan unggulan ketiga asal Filipina, Jena Jelena Nicole Diaz. Sedangkan unggulan keenam Maula Saya akan menguji kemampuan melawan unggulan kedua asal Tiongkok, Xinran Yan.
Turnamen DETEC International Junior Championship 2026 menjadi salah satu ajang penting dalam kalender tenis junior Indonesia. Kompetisi ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi atlet muda nasional untuk mengumpulkan poin peringkat ITF, tetapi juga menjadi wadah mengukur kemampuan mereka menghadapi pemain internasional.
Ajang tahun ini merupakan penyelenggaraan kelima yang digelar oleh DETEC atau Deddy Prasetyo Tennis Club. Konsistensi penyelenggaraan turnamen internasional tingkat junior tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena membuka peluang lebih besar bagi petenis Indonesia untuk berkembang tanpa harus selalu bertanding di luar negeri.
Melalui turnamen seperti ITF J30 Sukoharjo, para petenis muda Indonesia memperoleh pengalaman berharga menghadapi berbagai gaya permainan dari negara berbeda. Pengalaman tersebut dinilai penting dalam proses pembinaan menuju level profesional.
Dengan performa yang terus meningkat, Komang Bagus Wahyu Purustama kini menjadi salah satu harapan baru tenis Indonesia. Kesempatannya menghadapi Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong pada perempat final akan menjadi ujian penting sekaligus peluang untuk mencatat sejarah pribadi dengan menembus semifinal ITF Junior untuk pertama kalinya di hadapan publik Sukoharjo. (09/AGF).










