Jokowi Ingatkan Erick Thohir Jangan Bantu BUMN Sakit

  • Bagikan
Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir (Foto/Instagram @erickthohir)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan kondisi keuangan yang sakit namun mendapatkan suntikan dana.Menurut Jokowi, berkali-kali perusahaan pelat merah yang sakit tersebut malah mendapatkan suntikan modal atau penyertaan modal negara (PMN).

Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir (Foto/Instagram @erickthohir)

“Sehingga kalau yang lalu-lalu BUMN-BUMN kan banyak terlalu keseringan kita proteksi. Sakit tambahi PMN. Sakit, suntik PMN. Maaf. Terlalu enak sekali,” ujar Jokowi dalam pengarahan bersama para Direktur Utama BUMN, Sabtu (16/10/2021).

Jokowi mengatakan, pemberian perlindungan melalui PMN mengurangi nilai yang dibangun BUMN. Salah satunya nilai kompetisi yang membuat perseroan tidak berani bersaing mengambil risiko dan tidak dijalankannya nilai profesionalisme.

Ia pun menegaskan Menteri BUMN Erick Thohir untuk tidak memberikan pendanaan bagi perusahaan dengan kondisi keuangan yang sekarat.

“Sudah lupakan pak Menteri. Lupakan proteksi-proteksi itu,” tegasnya.

BACA JUGA  Sidang Gugatannya Terhadap Erick Thohir Terus Tertunda, Begini Kata OC Kaligis

Jokowi menuturkan hal itu mengingat visi negara untuk BUMN sudah jelas, yakni dapat mendunia dan bersaing secara global.

BACA JUGA  Surat OC Kaligis Soal Jiwasraya untuk Erick Thohir, Begini Isinya

Ia mengancam akan membubarkan perusahaan yang tidak sehat karena modal penyertaan yang diberikan kepada perseroan membuat visi tersebut terlupakan.

“Kalau saudara-saudara tidak merespons dari ketidakpastian ini dengan adaptasi secepat-cepatnya, kalau pak Menteri sampaikan ke saya, ‘Pak, ini ada perusahaan seperti ini, kondisinya BUMN’. Kalau saya langsung, ‘tutup saja’. Nggak ada selamet-selametin kalau sudah begitu,” tandas Jokowi.

Jokowi mendorong para direktur utama BUMN yang hadir untuk mengembangkan model bisnis dan teknologi. Dengan demikian, bisa beradaptasi dengan keadaan yang dinamis seperti pandemi Covid-19.

Kendati demikian, dirinya optimistis sejumlah perusahaan dunia mau bekerja sama dengan perusahaan pelat merah dalam negeri. Pasalnya, prospek Indonesia dalam 10-20 tahun ke depan dapat menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia.

Rp 106 Triliun

Sebelumnya, pemerintah telah menyuntikkan dana sebesar Rp106 triliun hingga 2022.

Sebagian dana tersebut telah disuntikkan ke sejumlah BUMN seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapat Rp7,9 triliun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Rp7 triliun, hingga PT Hutama Karya (Persero) memperoleh Rp19 triliun.

Pada 2022, PMN yang telah disetujui oleh Komisi VI DPR RI akan disalurkan kepada 12 perusahaan pelat merah sebesar Rp71,44 triliun.(rkm)

BACA JUGA  Resmi Teruskan Estafet Presidensi G20, Jokowi Undang Pemimpin Dunia ke Bali
  • Bagikan

Comment