Tradisi Bersih Desa dan Kirab Tumpeng Meriahkan Grebeg Suro di Campurejo

Kirab Tumpeng
Lurah Campurejo, Suntoro bersama istri. (Foto: Chandra Nurcahyo)

KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Tradisi Bersih Desa melalui kirab tumpeng dan doa bersama membuka rangkaian Mahakarya SAKA Campurejo 2026 yang digelar Pemerintah Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Grebeg Suro sekaligus memeriahkan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147.

Ratusan warga mengikuti kirab budaya dengan mengenakan busana tradisional dan menampilkan berbagai kesenian khas masyarakat. Kirab dimulai pukul 14.00 WIB dari Kantor Kelurahan Campurejo menuju Taman Ramah IPLT Kota Kediri yang berjarak sekitar 500 meter. Meski cuaca terik, antusiasme peserta tetap tinggi hingga kirab berakhir.

Tumpeng yang diarak berisi hasil bumi berupa sayuran, buah-buahan, dan komoditas pertanian dari setiap RT di Kelurahan Campurejo sebagai wujud syukur atas rezeki yang diterima masyarakat.

BACA JUGA  Wakil Bupati Hadiri Rakor Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2024

Lurah Campurejo, Suntoro, mengatakan kirab tumpeng menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Suro dan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran Mahakarya SAKA Campurejo yang menampilkan seni budaya masyarakat.

Tradisi Bersih Desa, kirab tumpeng dan doa bersama membuka rangkaian Mahakarya SAKA Campurejo 2026. (Foto: Chandra Nurcahyo)

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan melestarikan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Tumpeng yang dikirab merupakan hasil kreativitas Karang Taruna bersama Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) dengan memanfaatkan hasil bumi dari masyarakat.

“Kirab ini menjadi bagian utama Mahakarya SAKA Campurejo yang menampilkan seni dan budaya masyarakat. Harapan kami, warga Campurejo selalu diberi keselamatan, kemakmuran, keberkahan, serta rezeki yang lancar,” ujarnya.

Camat Mojoroto, Abdul Rahman, mengatakan tradisi Bersih Desa merupakan bentuk doa bersama agar masyarakat Campurejo memperoleh keselamatan, kesejahteraan, dan limpahan rezeki.

BACA JUGA  Bupati Asahan Ikuti Peluncuran Kelembagaan 80.000 KMP

Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kelurahan Campurejo dalam menjaga tradisi lokal. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan program Kediri Tourism yang dicanangkan Pemerintah Kota Kediri untuk memperkuat daya tarik wisata budaya.

“Kami berharap kegiatan masyarakat Campurejo dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Kediri untuk terus melestarikan budaya melalui kirab tumpeng hasil bumi,” tutup Abdul Rahman.(CN/04)