Kenang Sinyo Sarundajang, OC Kaligis: Sahabat yang Baik

  • Bagikan

“Kita bangsa Indonesia dengan kepergian beliau, pasti kehilangan seorang pahlawan besar, pahlawan yang merupakan bahagian penerus cita-cita DR. Sam Ratulangi yang telah menerapkan falsafah: Si Tou Timou Tumou Tou. Sarundajang berhasil sebagai pribadi, memanusiakan manusia. Selamat Jalan sahabat. Beristirahatlah dalam damai Tuhan.”

Jakarta, SudutPandang.id – Berpulangnya Sinyo Harry Sarundajang pada Sabtu (13/2/2021), menjadi kabar duka mendalam bagi Advokat senior OC Kaligis.

Ia mengenang Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Filipina itu, sebagai sahabat yang baik.

“Saya mengenal Sinyo Sarudanjang ketika menjabat sebagai Wali Kota Bitung. Beliau lahir 16 Januari 1945, beda umur dengan saya sekitar 3 tahun, saya lahir 19 Juni 1942,” tutur OC Kaligis, dalam catatannya yang diterima redaksi, Minggu (14/2/2021).

Menurut OC Kaligis, Gubernur Sulawesi Utara yang menjabat selama dua perioden ini, sejak umur 29 tahun tanpa henti mengabdi kepada negara.

Dalam perjalanan kariernya, Tuhan memberikan tenaga super hebat, sehingga sampai akhir hayatnya tak pernah berhenti berkarya.

Berikut catatan lengkap OC Kaligis mengenang Sinyo Harry Sarundajang: 

Obituary Sinyo Harry Sarundajang Tonaas Wangko Umbanua

Selamat Jalan Sahabat,

Sabtu, 13 Februari 2012, sekitar pukul 8 pagi, ketika waktu senggang saya membuka I-Pad saya, saya melihat beberapa foto sahabat saya Sinyo Harry Sarundajang.

1. Beberapa menit kemudian saya mendapat berita dari seorang sahabat di Manado memberi kabar bahwa baru beberapa menit setelah saya melihat posting foto-foto beliau, ternyata Tuhan Pencipta langit dan bumi, Tuhan Yang Maha Pengampun, telah memanggil, sahabat saya itu menghadap pangkuan-Nya, menerima Penyelamatan di Surga, sebagaimana dijanjikan oleh Tuhan Yesus yang mati disalib demi menebus dosa umatnya.

2. Saya mengenal Sinyo Sarudanjang ketika menjabat sebagai Wali Kota Bitung. Beliau lahir 16 Januari 1945, beda umur dengan saya sekitar 3 tahun. Saya lahir 19 Juni 1942.

3. Sejak umur 29 tahun, beliau tanpa henti mengabdi kepada negara. Dalam perkembangan karier, Tuhan memberikan tenaga super hebat, sehingga sampai akhir hayatnya, beliau tak pernah berhenti berkarya.

4. Di Pemerintahan, beliau meniti karier dari bawah, kemudian jadi Wali Kota Bitung sampai menjadi Gubernur Sulawesi Utara selama dua periode dan Plt.Gubernur Maluku. Di akhir hayatnya beliau adalah Duta Besar Indonesia untuk Philipina, berkantor di Manila.

5. Sejak saya mengenal beliau, lalu menjadi sahabat, beliau adalah seorang yang hangat dalam bergaul. Kata orang Manado,Sarudanjang ”supel kalau batamang”. Beliau pernah mengunjungi saya ke di kantor saya untuk sedikit berbincang-bincang mengenai hukum yang saya bidani. Tetapi, bila topiknya adalah bidang administrasi Pemerintahan, dan Politik, beliau adalah pawang dan pakarnya.

Kebetulan waktu lahirnya Undang-undang Administrasi Negara dengan penerapannya melalui Peradilan Tata Usaha Negara, saya punya pengalaman beracara di pengadilan tersebut. Sampai hari ini telah membuat 5 buku mengenai peradilan Tata Usaha Negara di pengadilan. Bahkan, saya pernah mengunjungi perpustakaan beliau di Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, perpustakaan pribadi terlengkap di Minahasa.

6. Setiap kali saya ke Manado dan memberikan ceramah ilmiah, beliau bila berada di Manado, beliau selalu bersedia hadir. Bahkan dalam upacara penyampaian pidato Professor saya di Unima, beliau sebagai Gubernur tepat waktu hadir, menemani saya, sampai semua upacara selesai. Satu momen tak terlupakan pada diri saya.

7. Pernah dalam satu momen, ketika saya harus memberi ceramah di Manado, ceramah mana sedianya dibuka oleh beliau, jam 9 pagi tepat, karena kedatangan beliau lambat 20 menit, saya langsung memulai paparan ilmiah saya, karena yang hadir telah memenuhi ruangan.

Sejak saat itu kalau saya janji menemui beliau, beliau selalu tepat waktu, karena kata beliau, kalau janji dengan Kaligis, jangan “ta salah”. Kaligis adalah orang Manado yang menghargai janji. Kaligis selalu tepat waktu. Itulah tanda keakraban saya dengan beliau.

8. Kegiatan, karya beliau bukan saja tercatat di Indonesia, tetapi menjangkau sampai mancanegara. Dalam bidang Administrasi Pemerintahan, Pak Sarundajang adalah icon, tokoh yang sangat berprestasi.

9. Di bidang ilmu pengetahun beliau membagi ilmunya bukan saja di Sulawesi Utara, tempat beliau lahir, sampai mendapat gelar sarjana muda di Unsrat, lalu terus tanpa lelah, sehingga akhirnya memperoleh gelar Doktor dengan predikat cum laude di UGM.

10. Sejuta gelar dan penghargaan diperolehnya baik dari Presiden Indonesia, maupun award dari Luar Negeri.

11. Beliau penerima Bintang Jasa Utama dari Ibu Presiden Megawati, Bintang Mahaputra Utama dari Bapak Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

12. Di bidang akedemi, pada tahun 1971 Rektor kepala di fakultas Sospol Unsrat. Tahun 1974, Prof. Emeritus di Akedemi Dalam Negeri Manado. Sejak 1987 aktif di International Union of Local Authorities (IULA) di Roma, Perth dan Belgia di tahun 1989, di Washington DC tahun 1990, di Toronto tahun 1991, di Jakarta tahun 1995.

13. Beberapa cerificate kegiatan ilmiah diperolehnya dari Birmingham University England tahun 1994 dalam bidang studi Development Administration Group School of Public Policy. Beliau pada tahun 1975-1976 mendapat beasiswa dari Departemen Dalam Negeri untuk belajar di institut di Perancis di bidang studi Administrasi International bagi kepentingan publik. Tahun 1994, memperoleh certificate “For Housing and Urban Development studies” di Rotterdam, Belanda. Tahun 1996 memperoleh certificate “Executive Program Health, Finance and Managed Care” University of California.

14. Salah satu peristiwa fenomenal dunia yang pernah diselenggarakannya adalah sukses beliau menyelenggarakan World Ocean Conference, CTI Summit, Sail Bunaken. World Ocean Summit dihadiri oleh mancanegara, menyebabkan pengamanan terhadap para negarawan penting (VVIP) yang hadir, harus dilindungi dengan berlabuhnya kapal induk Amerika USS Washington di perairan Manado.

15. Masih banyak penghargaan-penghargaan lainnya yang ada dalam catatan harian saya, yang bila harus saya uraiankan satu persatu, tidak akan cukup halaman tulisan yang mampu menjangkau. Obituary saya ini sekedar menggambarkan betapa hebatnya pengabdian Sinyo Sarundajang untuk bangsa ini.

16. Kita bangsa Indonesia dengan kepergian beliau, pasti kehilangan seorang pahlawan besar, pahlawan yang merupakan bahagian penerus cita-cita DR. Sam Ratulangi yang telah menerapkan falsafah: Si Tou Timou Tumou Tou. Sarundajang berhasil sebagai pribadi, memanusiakan manusia. Selamat Jalan sahabat. Beristirahatlah dalam damai Tuhan.

Pernyataan belasungkawa Prof. Otto Cornelis Kaligis dari Lapas Sukamiskin Bandung, 13 Februari 2021.

Prof. Otto Cornelis Kaligis.(red/*)

  • Bagikan

Comment