WNI Ini Sukses Jadi Tukang Service AC di Australia

Ilustrasi service AC/net

Sudut Pandang.id-Menjadi tukang servis AC di Australia ternyata bisa mempunyai pendapatan cukup menggiurkan. Data terbaru di Australia menunjukkan tukang servis AC menjadi salah satu jenis pekerjaan pertukangan, atau istilahnya ‘tradie’, dengan gaji terbesar mencapai hampir Rp800 juta per tahun.

Didin Andijaya, akrab dipanggil Andy, adalah tukang AC di Sydney kelahiran Malang, yang mengaku mengawali kariernya dari nol.

IMG-20220125-WA0002

Ia menceritakan awal kepindahannya ke Australia untuk mengambil kuliah S-2 di bidang bisnis internasional dari Macquarie University. Andy kemudian menjadi penduduk tetap, atau ‘permanent resident’ Australia di awal tahun 2000-an, saat pengajuannya masih lebih mudah dibandingkan sekarang. Tapi setelah mendapatkannya, Didin malah kebingungan.

“Mencari pekerjaan untuk PR (permanent resident) tetap sulit, karena mereka lebih mencari orang yang punya pengalaman, ketimbang bergelar master,” ujar Andy yang dibesarkan di Jakarta kepada ABC Indonesia, dikutip pada Jumat (28/11/2019).

Sampai akhirnya, ia melihat lowongan pekerjaan ‘tradesman’ atau ‘tradie’ dari sebuah koran komunitas warga Indonesia di Sydney, yang awalnya ia pikir berkaitan dengan perdagangan. Meski tak punya pengalaman dengan sebagai ‘tradie’, Andy mengaku menunjukkan kesungguhannya setelah ia mendapat tawaran bekerja.

“Saya sebelumnya tidak bisa memegang bor, obeng, tapi semua diajarkan mereka dan dalam kurang dari setahun sudah terlatih menggunakannya,” kata pria kelahiran tahun 1967 tersebut.

Setelah magang, atau istilahnya di Australia ‘apprentice’, selama 3,5 tahun, Andy akhirnya mendapatkan lisensi sebagai teknisi AC. Tapi karena di Australia pekerjaan AC juga membutuhkan teknisi listrik, maka Andy mengambil program pelatihan dan ‘apprentice’ di bidang listrik untuk memudahkan kebutuhan pelanggannya.

Sydney/net

Di tahun 2010, lulusan S1 Teknik Mesin Universitas Trisakti tersebut berhasil mendirikan perusahaannya sendiri, Astro Air, yang menawarkan layanan untuk instalasi AC, termasuk layanan perawatan dan pembersihannya di Australia.

Awal bulan November, layanan situs pencari kerja di Australia, SEEK mengumpulkan data lewat jumlah gaji yang dicantumkan dalam sejumlah lowongan kerja ‘tradie’. Hasilnya menunjukkan teknisi AC dan kulkas menjadi ‘tradie’ memiliki upah tertinggi, dengan rata-rata mencapai AUD 83,278 per tahun, atau hampir Rp795 juta per tahun.

Andy tidak mengaku berapa jumlah pasti pendapatannya, tetapi mengatakan berada di kisaran AUD 150 ribu sampai AUD 200 ribu per tahun, atau antar Rp1,4 hingga Rp1,9 miliar. Tapi menurutnya ada beberapa warga Indonesia yang hanya melihat “wah uangnya besar”, tetapi begitu mengerjakannya merasa pekerjaan tersebut “berbahaya dan kotor”, karena butuh naik ke atap, misalnya.

Akibatnya tidak banyak warga Indonesia di Australia yang dapat bertahan lama menjadi teknisi AC dan listrik, padahal menurut Andy ‘tradie’ di Australia memiliki peluang yang bagus.

“Kerjaannya tidak pernah habis, karena semua orang butuh bangunan, listrik, renovasi, terutama jika mereka baru membeli rumah,” jelasnya.

Bagi Andy, pekerjaan menjadi tukang membuatnya bahagia dan itu tidak bisa diukur karena besarnya penghasilan.

“Ada kebahagiaan saat menyelesaikan pekerjaan yang membuat orang lain senang, semakin mereka senang, semakin bahagia juga saya,” pungkas Andi.(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.