Hore, Tahun 2020 Pengangguran Mulai “Gajian”

Ilustrasi Kart Pra Kerja/net

Jakarta, Sudut Pandang-Pemerintah akan menggelontorkan insentif sebesar Rp3,65 juta sampai dengan Rp7,65 juta per kepala untuk peserta program yang dijalankan pemerintah mulai tahun 2020 mendatang.

Berdasarkan data, total anggaran program Kartu Prakerja yang ada di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 adalah sejumlah Rp10 triliun.

IMG-20220125-WA0002

Anggaran insentif bagi pengangguran tersebut untuk menjalankan Program Kartu Prakerja. Program tersebut merupakan salah satu janji yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Pemilihan Presiden 2019.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, insentif tersebut diberikan kepada peserta untuk empat keperluan.

“Pertama, membiayai pelatihan, biaya pelatihan Rp3 juta- Rp7 juta itu bergantung dari jenis pelatihan yang diikuti peserta,” ujar Ida Fauziah, saat Rapat Kerja (Raker) Kementerian Ketenagakerjaan dengan Komisi IX DPR, Rabu (20/11/2019) lalu.

Kedua, lanjut Ida, untuk biaya sertifikasi. Ia menyebut biaya akan disubsidi pemerintah. Subsidi diberikan sebanyak Rp0- Rp900 ribu.

“Nah, sertifikasi itu sendiri tergantung perusahaan butuh sertifikasi atau tidak, kalau tidak ada ya nol,” ucapnya.

Ketiga, jelas dia, untuk insentif paska pelatihan. Peserta akan diberikan insentif sebesar Rp500 ribu untuk kebutuhan melamar pekerjaan.

“Insentif ini untuk persiapan pelamaran kerja. Karena mereka posisinya pencari kerja, maka bisa dilihat mereka tidak dalam status finansial untuk mencari lowongan,” paparnya.

Sedangkan keempat, masih menurut Ida, untuk biaya pengertian survey. Total insentif yang digelontorkan untuk biaya pengisian survey sebesar Rp150 ribu.

“Biaya diakumulasi dari pengisian tiga survey yang akan diisi peserta setelah melewati program pelatihan dan juga proses sertifikasi,” ujar Ida.

“Diberikan reward Rp50 ribu setelah pengisian survey. Survey pekerjaan dilakukan tiga kali, jadi 3 x Rp50 ribu,” tambahnya.

Menurut Ida, survey dilakukan untuk mendata dan melihat status para peserta program Kartu Prakerja yang telah mengikuti program pelatihan ataupun uji kompetensi untuk sertifikasi.

“Data ini bermanfaat bagi project management office untuk meningkatkan kualitas dan kinerja layanan program Kartu Prakerja,” jelasnya.

“Jadi, total manfaat per peserta berkisar Rp3.650.000 hingga Rp7.650.000 dengan total anggaran yang ada di APBN 2020 sejumlah Rp10 triliun, dengan estimasi dua juta penduduk yang akan mengikuti program,”pungkasnya.Red/Kris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.