Lima Penjambret Dipajang di Monumen Bom Bali, Tangan dan Kaki Dirantai

Polresta Denpasar
Lima orang jambret dipajang oleh Polresta Denpasar di Monumen Bom Bali 1, Legian Kuta, Senin (8/8/2022)/Foto:istimewa

DENPASAR, SUDUTPANDANG.ID – Sebanyak lima orang penjambret dipajang di depan Monumen Peringatan Bom Bali, Legian Kuta oleh Polresta Denpasar. Selain proses hukum, hal ini dilakukan untuk membuat efek jera dan peringatan kepada siapa pun yang masih nekat melakukan aksi kejahatan jalanan.

Dengan kondisi kaki dan tangan dirantai, mereka menjadi tontonan masyarakat serta para wisatawan asing yang melintas di Monumen Peringatan Bom Bali 1.

IMG-20220125-WA0002

Kapolresta Denpasar Kombes Bambang mengatakan, pihaknya mengungkap pelaku tindak pidana yang selama ini meresahkan di wilayah Legian, Kuta. Para pelaku menyasar para wisatawan asing dari berbagai negara.

“Polresta Denpasar melakukan pengungkapan kasus, terkait kasus jambret atau copet dan ada tiga laporan dari masyarakat,” katanya saat konferensi pers di Monumen Bom Bali 1, Senin (8/8/2022).

Ia menerangkan, tiga laporan itu berasal dari wisatawan asing yang menjadi korban penjambretan yakni turis dari India, Jerman dan Australia. Korban mengaku dijambret di kawasan Legian, Kuta, Kabupaten Badung. Korban mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

“Mereka rata-rata mengincar handphone dari wisatawan,  dan wisatawan yang menjadi korban adalah wisatawan asing. Modusnya sama semua (pelaku) mengendarai sepeda motor, lalu merampas langsung (handphone) dari wisatawan asing,” papar Kapolresta Denpasar.

Para pelaku seluruhnya asal Kabupaten Karangasem, Bali. Mereka beraksi seorang diri atau berdua dengan komplotannya.

“Perlu kami tekankan, kami hari ini sengaja melaksanakan konferensi pers (di Monumen Peringatan Bom Bali). Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat dan setiap kejadian yang ada di Kuta dan sekitarnya utamanya terkait dengan kasus penjambretan yang menjadi korban adalah wisatawan. Maka kami tadi sepakat mulai hari ini kami akan lakukan tindakan tegas terukur,” tegas Kombes Pol Bambang.

Ia kembali mengingatkan para pelaku kriminalitas di wilayah Kuta bakal ditindak tegas.

“Kami laksanakan mulai hari ini, silakan kalau mau coba-coba. Karena kita sepakat di sini akan membangkitkan kembali pariwisata yang ada di Bali yang kita cintai ini. Kita punya satu PR lagi, kita harus menjaga kamtibmas memberikan rasa kepercayaan kepada dunia internasional, utamanya menyambut pelaksanaan G20,” ujar Kapolresta Denpasar.

Bendesa Adat Kuta, I Wayan Wasista mengapresiasi tindakan tegas Polresta Denpasar. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Polresta Denpasar, khususnya Polsek Kuta yang sudah menangani kasus-kasus yang selama ini meresahkan para wisatawan.

“Jadi, kami mohon bersinergi, sama-sama mengamankan wilayah Kuta yang notabene memang daerah tujuan wisata,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap ketegasan Kapolresta Denpasar untuk memberantas kriminalitas di wilayah Kuta bisa dibuktikan dengan berkolaborasi dengan para petugas keamanan di Desa Adat Kuta.

“Harapan ke depan, hari ini dan seterusnya mari berkolaborasi, dan mari bersama-sama untuk menjaga Kuta aman, nyaman bagi wisatawan. Semoga apa yang disampaikan oleh Bapak Kapolresta tentang ketegasan terhadap pelaku-pelaku tindak kriminal bisa dibuktikan. Masyarakat kami di Kuta sangat merindukan keamanan di wilayah kami,” ujarnya.(one)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.