Spanyol Tolak Tekanan AS, Pedro Sanchez Serukan Hentikan Perang terhadap Iran

Avatar photo
Spanyol Tolak Tekanan AS, Pedro Sanchez Serukan Hentikan Perang terhadap Iran
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez vs Presiden AS Donald Trump.(Foto: sudutpandang.id)

SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Spanyol menegaskan sikapnya untuk tidak terlibat dalam eskalasi militer di Timur Tengah. Perdana Menteri Pedro Sanchez menolak tekanan agar negaranya ikut serta dalam operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dilansir Sudutpandang.id, Sabtu (7/3/2026), dari pernyataan yang dibagikan melalui platform media sosial X, Sanchez menegaskan bahwa posisi pemerintah Spanyol tetap jelas, yakni menolak perang dan menyerukan penghentian konflik.

Ia menyatakan Spanyol tidak akan terlibat dalam tindakan militer yang dinilai dapat memperburuk situasi global hanya karena khawatir terhadap kemungkinan pembalasan.

Sanchez juga menyoroti bahwa tindakan ilegal tidak dapat dibalas dengan tindakan ilegal lainnya. Pernyataan itu disampaikan saat ia mengkritik serangan sepihak yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran, sekaligus mengecam kebijakan pemerintah Iran yang dinilai menekan warganya sendiri.

Di sisi lain, pemerintah Spanyol mengaku terus memantau situasi di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA  Joe Biden Mundur sebagai Capres AS, Ternyata Ini Alasannya

Sanchez mengatakan militer negaranya bekerja tanpa henti untuk menyiapkan mekanisme evakuasi bagi warga Spanyol yang berada di wilayah terdampak konflik.

“Kami memiliki keyakinan penuh pada kekuatan ekonomi, kelembagaan, dan juga kekuatan moral negara kami. Dalam situasi seperti ini, kami justru merasa semakin bangga menjadi warga Spanyol,” ujar Sanchez.

Sikap Madrid tersebut memicu ketegangan diplomatik dengan Washington. Pemerintah Spanyol tidak hanya mengutuk serangan terhadap Iran, tetapi juga menolak memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan militer di wilayah Spanyol sebagai titik operasi militer.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares sebelumnya juga membantah adanya kesepakatan kerja sama militer dengan AS terkait penggunaan pangkalan militer di negara itu.

Pernyataan Albares sekaligus menanggapi klaim dari Gedung Putih. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan Spanyol telah menyetujui koordinasi dengan militer AS setelah Presiden Donald Trump menyampaikan ancaman untuk memutus seluruh hubungan perdagangan dengan Madrid.

BACA JUGA  Alhamdulillah, SMSI dan Kedubes Iran Sepakat Jalin Kerja Sama

Ancaman tersebut muncul setelah pemerintah Spanyol melarang penggunaan pangkalan militer di wilayahnya untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

“Saya pikir mereka mendengar pesan Presiden kemarin dengan jelas. Menurut pemahaman saya, mereka telah setuju untuk bekerja sama dengan militer AS, dan militer AS sedang berkoordinasi dengan rekan-rekan mereka di Spanyol,” kata Leavitt.

Trump Geram 

Sementara itu, Presiden Donald Trump turut melontarkan kritik keras terhadap dua sekutu Amerika Serikat, yakni Spanyol dan Inggris. Trump menyebut Spanyol sebagai “pecundang” dan menilai Perdana Menteri Inggris Keir Starmer seharusnya mendukung kampanye militer negaranya terhadap Iran tanpa mempertanyakannya.

Dalam pernyataan yang dikutip dari laporan New York Post pada Jumat (6/3/2026), Trump menyebut sikap kedua negara tersebut mengecewakan.

BACA JUGA  KPK Telusuri Mekanisme Penilaian PBB Usai Geledah Kantor Ditjen Pajak

“Kita memiliki banyak pemenang, tetapi Spanyol adalah pecundang, dan Inggris sangat mengecewakan,” ujar Trump.

Ia juga menuding Spanyol menunjukkan sikap yang sangat bermusuhan terhadap NATO di tengah meningkatnya ketegangan terkait konflik di Timur Tengah.(red/berbagai sumber)